PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Masyarakat di Kaltim Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang

Home Berita Masyarakat Di Kaltim Dimi ...

BMKG Samarinda mengingatkan Kalimantan Timur menghadapi ancaman kemarau lebih panjang dan kering akibat kombinasi El Nino kuat dan potensi IOD positif yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.


Masyarakat di Kaltim Diminta Bersiap Hadapi Kemarau Panjang
ILUSTRASI seorang anak di Desa Sarang Burung Kecamatan Jaluko tengah mengisi air dari sumur bor pertanian di wilayah tersebut ke dalam jeriken, Minggu (9/8/2026). ANTARA/Agus Suprayitno.

EKSPOSKALTIM, Samarinda – BMKG mengingatkan masyarakat Kalimantan Timur meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemarau panjang dan cuaca ekstrem yang dipicu fenomena El Nino kuat serta potensi Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Prakirawan BMKG Samarinda, Fatuh Hidayatullah, mengatakan saat ini fenomena El Nino telah berada pada kategori kuat dengan Indeks Nino 3.4 mencapai angka 1,56 atau melampaui ambang batas kategori kuat sebesar 1,5.

"El Nino ini telah berada pada kondisi aktif dan pada intensitas kuat dengan Indeks Nino 3,4 yang sudah mencapai angka 1,56," ujarnya.

Kemarau Panjang

BMKG memprediksi kondisi El Nino kuat tersebut masih akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama 2027.

Menurut Fatuh, dampaknya berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibanding kondisi normal.

Ancaman itu diperkuat oleh kemungkinan munculnya fenomena IOD positif pada periode September hingga Desember 2026.

Saat ini IOD masih berada dalam kondisi netral, namun perkembangan suhu permukaan laut di Samudera Hindia menunjukkan potensi perubahan ke fase positif.

"Untuk saat ini IOD masih berada pada fase netral. Namun diprediksi berubah menjadi IOD positif pada periode September hingga Desember," katanya.

Jika kedua fenomena tersebut terjadi bersamaan, maka sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur, berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih ekstrem.

Jangan Terlena

BMKG mencatat puncak musim kemarau di Kalimantan Timur diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Sejumlah wilayah, terutama di bagian selatan Kaltim, bahkan telah memasuki kategori Hari Tanpa Hujan (HTH) menengah.

Kondisi tersebut turut diperkuat masuknya massa udara kering dari arah timur yang membawa udara lebih panas melintasi wilayah Kalimantan.

Meski demikian, beberapa daerah di Kaltim masih mengalami hujan dalam beberapa hari terakhir.

Fatuh menjelaskan hujan tersebut bersifat sementara dan dipengaruhi dinamika atmosfer seperti aktifnya gelombang Rossby dan Kelvin yang meningkatkan pasokan uap air dalam jangka pendek.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap hujan yang masih turun sebagai tanda berakhirnya ancaman kemarau.

BMKG mengimbau masyarakat memanfaatkan curah hujan yang masih terjadi untuk memenuhi kebutuhan air serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kondisi lingkungan yang semakin kering dalam beberapa bulan ke depan.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :