PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Anak 6 Tahun Meninggal dengan Diagnosis DBD di Bontang, Dinkes: Ada Penyakit Penyerta

Home Berita Anak 6 Tahun Meninggal De ...

Seorang anak berusia enam tahun meninggal dunia di RSUD Taman Husada Bontang setelah didiagnosis demam berdarah dengue (DBD). Namun, Dinas Kesehatan Bontang menegaskan kematian pasien tidak sepenuhnya disebabkan oleh DBD. 


Anak 6 Tahun Meninggal dengan Diagnosis DBD di Bontang, Dinkes: Ada Penyakit Penyerta
ILUSTRASi petugas melakukan fogging guna mengantisipasi DBD. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Bontang – Seorang anak berusia enam tahun meninggal dunia, setelah didiagnosis demam berdarah dengue (DBD), di RSUD Taman Husada Bontang, Rabu (12/8/2026).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang menjelaskan bahwa pasien tersebut memang didiagnosis mengalami demam berdarah dengue (DBD).

Namun, penyebab kematian pasien tidak semata-mata disebabkan oleh DBD, lantaran terdapat penyakit penyerta, sehingga memicu penyakit komplikasi.

Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan pihaknya menerima laporan resmi dari RSUD Taman Husada pada Kamis (13/8/2026).

Berdasarkan laporan tersebut, pasien sempat menjalani perawatan di rumah sakit lain, selama sekitar lima hari sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Taman Husada.

“Pasien didiagnosis DBD dan memiliki penyakit penyerta. Sebelum di rujuk ke RSUD, pasien telah menjalani perawatan di rumah sakit lain selama kurang lebih lima hari, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata Toetok, Jumat (14/8).

Menurutnya, selama berada dalam penanganan medis, kondisi pasien terus dipantau dan mendapat perawatan sesuai dengan kondisi klinis yang dialami.

Namun, kondisi pasien kemudian memburuk akibat komplikasi yang berkaitan dengan penyakit penyerta hingga akhirnya meninggal dunia.

“Kasus tersebut tidak tepat jika disebut sebagai kematian yang sepenuhnya disebabkan oleh DBD,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, penurunan kadar trombosit memang menjadi salah satu kondisi yang dapat ditemukan pada pasien DBD.

Akan tetapi, kondisi tersebut tidak serta-merta menjadi satu-satunya faktor penyebab kematian, terlebih apabila jumlah trombosit pasien masih berada di atas 100 ribu.

“Kalau sudah didiagnosis DBD tentu trombositnya mengalami penurunan,” jelasnya.

Meski demikian, Dinkes Bontang memilih tidak membeberkan penyakit penyerta yang dialami pasien.

Informasi tersebut dinilai sebagai bagian dari data medis yang bersifat pribadi dan perlu dilindungi.

“Kami turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga pasien. Kepada media kami tidak bisa memberitahukan terkait penyakit penyerta, karena itu adalah privasi pasien,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :