Debit Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku terus menyusut di tengah Kaltim yang sudah dua pekan tanpa hujan.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - El Nino mulai menunjukkan dampaknya di Ibu Kota Nusantara (IKN). Debit air Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku terus menyusut, sementara Kaltim sudah dua pekan tanpa hujan.
OIKN bersama BMKG dan TNI AU mengambil langkah antisipatif dengan Operasi Modifikasi Cuaca pada 22-27 Agustus 2026 untuk menjaga pasokan air dan mencegah karhutla.
Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengungkapkan bahwa kendati pasokan air di IKN saat ini masih mencukupi, indikasi penyusutan debit air mulai terlihat di infrastruktur vital hulu.
"Dampak El Nino ini memicu kekeringan di berbagai wilayah, termasuk Kaltim. Saat ini kondisi air di IKN relatif baik, tetapi permukaan air di Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku sudah mulai menurun. Kita harus mengantisipasi sejak dini, jangan sampai sudah kering baru bergerak," ujar Danis di Balikpapan, Jumat (21/8).
Tantangan Pertumbuhan Awan Saat Kemarau
Di sisi lain, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa wilayah Kaltim sudah tidak diguyur hujan selama dua pekan terakhir.
Kondisi atmosfer kemarau membuat pertumbuhan awan tidak bertahan lama.
"Awan kerap tumbuh di pagi hari namun menghilang saat siang karena kandungan uap air yang minim. Awan yang terpantau potensial saat ini justru berada di perbatasan utara Kaltim," papar Djoko.
Kendati demikian, BMKG menegaskan penyemaian garam harus diperhitungkan secara cermat agar jatuh di wilayah target sasaran Kaltim dan tidak bergeser ke lokasi lain.
"Secara historis tingkat keberhasilan OMC pada musim kemarau berada di kisaran 30 persen," tuntas dia.
Pesawat Casa NC-212 Disiagakan
Untuk mendukung operasi tersebut, TNI AU menyiagakan satu unit pesawat Casa NC-212 buatan PT Dirgantara Indonesia lengkap dengan alokasi bahan semai berupa garam NaCl khusus.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, menyampaikan bahwa seluruh personel dan armada telah siap terbang menyemai awan begitu BMKG mendeteksi adanya potensi awan hujan (cumulus).
"Sesuai perintah KSAU, kami siap mendukung penuh operasi ini pada 22–27 Agustus. Pesawat Casa NC-212 mampu terbang hingga 4 jam sekali jalan dengan daya angkut garam mencapai 800 kilogram. Kami tinggal menunggu arahan BMKG mengenai titik potensi awan," kata Gusti.
Pesawat Casa NC-212 TNI AU yang akan digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca di IKN dan Kaltim pada 22-27 Agustus 2026. Pesawat mampu mengangkut 800 kg garam untuk penyemaian awan. Foto : Eksposkaltim/Erik



