PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Warga Mulai Begadang Tampung Air, 10 IPA Samarinda Kurangi Operasional

Home Berita Warga Mulai Begadang Tamp ...

Di Samarinda, urusan air bersih mulai berubah jadi urusan begadang. Debit mengecil membuat sebagian warga harus menunggu hingga dini hari untuk mengisi bak dan ember sebelum aliran kembali mati.


Warga Mulai Begadang Tampung Air, 10 IPA Samarinda Kurangi Operasional
Warga Samarinda Seberang kekurangan pasokan air bersih akibat pembatasan operasional IPA Kalhol. Ekspos Kaltim/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Dampak kemarau panjang dan fenomena El Nino mulai mengancam stabilitas pasokan air bersih di Kota Samarinda. Perumda Tirta Kencana resmi mengumumkan pengurangan jam operasional pada 10 Instalasi Pengolahan Air (IPA) akibat meningkatnya kadar klorida pada sumber air baku yang dipicu oleh intrusi air laut.

Pengurangan ini berdampak langsung pada proses produksi dan distribusi air ke masyarakat, berdampak pada sepuluh fasilitas pengolahan, yakni IPA Bantuas, IPA Palaran, IPA Pulau Atas, IPA Kalhol, IPA Sungai Kapih, IPA Selili, IPA Samarinda Seberang, IPA Tirta Kencana, IPA Cendana, dan IPA Gunung Lipan.

Pihak Perumda menyatakan operasional IPA baru akan kembali normal secara bertahap setelah kadar klorida pada sumber air baku surut dan berada di bawah standar aman 250 ppm.

Menanggapi situasi ini, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meminta masyarakat untuk tidak panik. Pihaknya memperketat pengawasan kualitas air dengan menaikkan standar pemantauan dari harian menjadi evaluasi per jam di Sungai Mahakam dan Sungai Karang Mumus.

"Karena tiap 1 jam, bukan lagi per hari, Mahakam itu kita lab uji. Kalau ada kenaikan klorida kita sampai melewati batas 250 ppm, itu pasti intake kita kita akan setop. Tapi penyetopan itu tidak 24 jam," ujar Andi Harun.

Secara histori, ia menjelaskan sejauh ini belum ada intake yang dihentikan penuh selama 24 jam, kecuali di area tertentu seperti Palaran dan Bantuas. Penghentian sementara intake wajib dilakukan demi memprioritaskan kesehatan masyarakat dari risiko penyakit seperti diare dan penyakit kulit.

Jika intake dipaksa dihentikan, skenario darurat seperti pengerahan armada tangki air akan langsung dijalankan, meski ia mengakui potensi gangguan layanan tidak terhindarkan.

Warga Mulai Terdampak

Di lapangan, dampak pengurangan operasional ini sudah mulai dirasakan warga. Berdasarkan pemantauan di Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang, warga harus bersiap menampung air pada jam-jam tertentu. 

Fera, 24 tahun, salah satu warga setempat, harus berjuang hingga dini hari akibat debit air yang mengecil.

“Saya subuh tadi nampung air, awalnya keruh keruh tapi lama-lama bagus, tapi agak siang dikit air mati lagi,” tutur Fera kepada EksposKaltim, Kamis (10/9).

Untuk menghadapi masa waspada ini, Perumda Tirta Kencana mengimbau pelanggan yang masih mendapat aliran air untuk segera menampung air bersih, menghemat penggunaan, serta memastikan wadah penampungan dalam kondisi higienis.

Bagi daerah terdampak parah, warga dapat memanfaatkan Terminal Umum yang disiagakan, di mana distribusi air tangki akan dikoordinasikan secara terpusat melalui Satgas.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :