PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

127 Penumpang Virgo Transport 8 Masih Dicari, Tim SAR Balikpapan Bergerak ke Laut Jawa

Home Berita 127 Penumpang Virgo Trans ...

Operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa memasuki fase krusial. Saat ratusan personel disiagakan di Banjarmasin, Basarnas Balikpapan mengirim KN SAR Wisanggeni untuk memperkuat pencarian terhadap 127 penumpang yang hingga kini belum ditemukan.


127 Penumpang Virgo Transport 8 Masih Dicari, Tim SAR Balikpapan Bergerak ke Laut Jawa
Personel Polda Kalsel saat membagikan nasi bungkus untuk para korban yang tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu malam (13/9/2026). ANTARA/Firman

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Wisanggeni untuk memperkuat operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Pengerahan armada dilakukan setelah Kantor SAR Balikpapan menerima radiogram permintaan bantuan dari Kantor SAR Banjarmasin yang memimpin operasi pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Dody Setiawan Suwondo mengatakan KN SAR Wisanggeni diberangkatkan pada Minggu (13/9/2026) pukul 14.40 WITA.

“Siang hari ini kami memberangkatkan KN SAR Wisanggeni untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan. Kapal membawa personel serta peralatan SAR yang dapat digunakan untuk pencarian di permukaan air maupun penyelaman apabila dibutuhkan,” kata Dody.

Dalam misi tersebut, KN SAR Wisanggeni membawa 29 personel yang terdiri atas 10 rescuer, 15 anak buah kapal (ABK), dan satu personel Banda Indonesia.

Selain personel, kapal juga dilengkapi peralatan pencarian permukaan air dan perlengkapan penyelaman untuk mendukung operasi di lokasi kejadian.

Dody menjelaskan jarak pelayaran dari Balikpapan menuju area pencarian diperkirakan mencapai 280 nautical mile (NM) dengan waktu tempuh sekitar 15 hingga 18 jam.

Seluruh operasi yang melibatkan unsur SAR Balikpapan berada di bawah koordinasi Kepala Kantor SAR Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC).

“Untuk lamanya pelaksanaan pencarian tentunya akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan perkembangan operasi. Kami siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan dan arahan dari SMC Banjarmasin,” ujarnya.

Sementara itu di Banjarmasin, Polda Kalimantan Selatan mengerahkan satu kompi personel gabungan untuk mendukung proses evakuasi korban dan pengamanan di Pelabuhan Trisakti.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mengatakan sekitar 100 personel gabungan disiagakan di kawasan pelabuhan.

Personel tersebut berasal dari Direktorat Polairud, Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Direktorat Lalu Lintas, Polresta Banjarmasin, hingga Polsek Kawasan Pelabuhan dan Laut (KPL).

Selain pengamanan, Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kalsel bersama Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin juga menyiagakan tenaga medis untuk menangani korban selamat.

Sebanyak 15 unit ambulans disiapkan untuk merujuk korban ke sejumlah rumah sakit di Banjarmasin, di antaranya RS Bhayangkara, RSUD Ulin, RS Ansyari Saleh, RS Suaka Insan, RS TPT, dan RS Sultan Suriansyah.

Hingga Minggu siang, sebanyak 49 penumpang selamat yang dievakuasi menggunakan MV Haida telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Sebagian korban dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan beberapa di antaranya mengalami patah tulang pada bagian kaki.

Berdasarkan data sementara Tim SAR Gabungan, KMP Virgo Transport 8 membawa sekitar 243 penumpang dan awak kapal saat berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 115 orang berhasil ditemukan selamat dan satu korban ditemukan meninggal dunia. Sementara sekitar 127 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Kapal jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) itu dilaporkan mengalami kecelakaan setelah menghadapi cuaca buruk di Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Banjarmasin.

Kapal diduga mengalami kebocoran lambung yang menyebabkan kemiringan. Pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, kapal dilaporkan terbalik dan tenggelam sebelum komunikasi dengan kapal terputus sepenuhnya.

Dengan tambahan armada dari Balikpapan, operasi pencarian diharapkan dapat menjangkau area yang lebih luas dan mempercepat upaya menemukan korban yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :