Kapal diduga membawa muatan berlebih sehingga tidak mampu menahan beban dan akhirnya tenggelam. Ada perbedaan data penumpang dengan temuan lapangan.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Kapal Motor (KM) Dahliya F3 rute Samarinda–Long Bagun tenggelam di Sungai Mahakam, wilayah Kutai Kartanegara, Kamis (12/2) sore. Sebanyak 52 penumpang dan anak buah kapal (ABK) dipastikan selamat, meski ditemukan selisih antara jumlah manifes dan penumpang di lapangan.
Sebanyak 52 penumpang dan ABK KM Dahliya F3 dinyatakan selamat dalam peristiwa tenggelamnya kapal tersebut di perairan Ulak Besar, Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman.
"KM Dahliya F3 berangkat dari Dermaga Sungai Kunjang, Samarinda, pada Kamis 12 Februari sekitar pukul 07.00 Wita dengan tujuan Long Bagun, Mahakam Ulu," kata Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim Achmad Maslihuddin di Samarinda, Jumat (13/2) dikutip dari antara.
Sekitar pukul 16.15 Wita, saat melintas di perairan Ulak Besar, kapal menghadapi arus deras. Dalam kondisi tersebut, kata dia, kapal diduga membawa muatan berlebih sehingga tidak mampu menahan beban dan akhirnya tenggelam.
Selain mengangkut penumpang, KM Dahliya F3 membawa sekitar 40 ton barang dan tujuh unit sepeda motor. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp1,4 miliar, mencakup kapal dan mesin, sembako seperti beras, gula, minyak goreng, serta tujuh sepeda motor.
Maslihuddin mengatakan setelah menerima laporan, Dinas Perhubungan Kaltim langsung berkoordinasi dengan KSOP Samarinda, Polairud, Dinas Perhubungan Kutai Kartanegara, dan pihak terkait lainnya.
"Saat koordinasi, Polairud Kutai Kartanegara telah menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, dan memeriksa saksi-saksi. Masyarakat di sekitar lokasi juga telah melakukan pertolongan menggunakan perahu," kata Maslihuddin.
Sementara itu, Komandan Kapal Polisi KP XII-2011 Aipda Albert Deman B mengungkap adanya perbedaan antara data manifes dan jumlah penumpang di lapangan.
"Fakta di lapangan ditemukan bahwa dari manifes ada 36 penumpang, namun di kapal terdapat 42 orang, ada penambahan 6 orang. Sedangkan jumlah ABK plus nakhoda yang sebelumnya 7 orang, ternyata menjadi 10 orang, ada penambahan 3 orang," kata Albert.
Berdasarkan manifes, tercatat 42 orang yang terdiri atas 30 dewasa, 6 anak-anak, 1 nakhoda, dan 6 ABK. Namun hasil pendataan di lapangan menunjukkan jumlah keseluruhan penumpang dan ABK mencapai 52 orang.
Albert memastikan seluruh penumpang dan ABK dalam kondisi selamat dan sementara ditampung di rumah Camat Muara Kaman. Nakhoda kapal telah diamankan di Polsek Muara Kaman untuk dimintai keterangan dan menunggu proses lebih lanjut.


