PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Saat Samarinda PJJ, Balikpapan Nilai Kualitas Udara Masih Aman

Home Berita Saat Samarinda Pjj, Balik ...

Di tengah keputusan Samarinda menghentikan sementara pembelajaran tatap muka akibat kabut asap karhutla, Kota Balikpapan memilih tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar di sekolah


Saat Samarinda PJJ, Balikpapan Nilai Kualitas Udara Masih Aman
Asap imbas karhutla di sejumlah daerah mulai menyelimuti Balikpapan. Foto: Eksposkaltim/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan memastikan belum menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan, meski kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti langit Kota Balikpapan.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menyatakan bahwa hingga saat ini kondisi paparan asap di Balikpapan dinilai masih dalam batas aman, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tetap berlangsung seperti biasa.

Meski demikian, Disdikbud telah menerbitkan imbauan ke seluruh sekolah untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan pada siswa akibat paparan asap tipis.

"Kami mengimbau sekolah untuk mewajibkan anak-anak menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan atau olahraga outdoor," ujar Irfan di Balikpapan, Jumat (18/9).

Irfan menegaskan secara infrastruktur dan kesiapan teknis, seluruh satuan pendidikan di Balikpapan sebenarnya sudah siap jika sewaktu-waktu harus mengalihkan mode belajar menjadi PJJ.

Keputusan pengalihan KBM tatap muka ke PJJ nantinya akan merujuk pada pemantauan tingkat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan koordinasi resmi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan.

"Jika kondisi kualitas udara sudah masuk dalam kategori membahayakan, otomatis kami bersama DLH dan pihak terkait akan berkoordinasi untuk menentukan opsi PJJ. Namun untuk saat ini kondisinya masih aman," terangnya.

Disdikbud Balikpapan memastikan bakal terus memantau perkembangan kualitas udara harian dan meminta pihak sekolah tetap siaga menjaga kesehatan lingkungan belajar para siswa.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Samarinda menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada 17–19 September 2026 untuk seluruh jenjang TK/PAUD hingga SMP negeri dan swasta.

Kebijakan itu diambil setelah kualitas udara di Samarinda masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap karhutla. Pemkot menyebut keputusan tersebut didasarkan pada data DLH, BMKG, BPBD, rekomendasi Dinas Kesehatan, serta hasil rapat lintas instansi.

Selama PJJ, siswa tetap mengikuti pembelajaran secara daring dan pemerintah akan mengevaluasi kembali kondisi kualitas udara sebelum menentukan kelanjutan kebijakan tersebut.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :