BMKG memprakirakan hujan ringan di Samarinda dan Tanjung Selor, sementara Banjarmasin berpotensi berasap atau berkabut. Gelombang laut hingga 4 meter juga perlu diwaspadai.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berpotensi mengguyur Samarinda dan Tanjung Selor pada Selasa. Sementara itu, Banjarmasin dan Palangkaraya berpotensi mengalami kondisi berasap atau berkabut.
Prakirawan BMKG Yuyun mengatakan kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia bervariasi, mulai dari cerah berawan hingga hujan ringan dan udara kabur.
“Kondisi cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. Adapun udara kabur berpotensi terjadi di Yogyakarta, Mataram, dan Kupang,” ujar Yuyun dalam siaran yang diikuti dari Jakarta, Selasa (20/10).
Di Sumatera, hujan ringan berpotensi terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, dan Bengkulu. Sementara itu, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, dan Pangkal Pinang diprakirakan mengalami udara kabur. Bandar Lampung berpotensi berasap atau berkabut.
Di Sulawesi, hujan ringan diprakirakan terjadi di Mamuju. Adapun Palu, Gorontalo, Manado, dan Makassar berpotensi mengalami udara kabur.
Untuk wilayah Maluku dan Papua, hujan ringan berpotensi terjadi di Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya. Ternate diprakirakan berawan, sedangkan Ambon, Sorong, Manokwari, dan Merauke berpotensi mengalami udara kabur.
Siklon Champi dan Ancaman Gelombang Tinggi
Selain prakiraan cuaca, BMKG memantau Siklon Tropis Champi yang berada di Laut Filipina, sebelah timur Filipina. Siklon tersebut memiliki tekanan pusat 935 hektopascal dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat mencapai 50 meter per detik atau sekitar 100 knot.
Siklon Champi berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap wilayah Indonesia berupa gelombang laut kategori sedang di perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara Papua, dan Samudra Pasifik utara Papua.
BMKG juga memantau sirkulasi siklonik di Laut Andaman, perairan utara Kalimantan Barat, dan Laut China Selatan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
Di sisi lain, masyarakat diminta mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia.
Gelombang tinggi berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.


