PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi salurkan fasilitas kredit jumbo Rp40 triliun kepada PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam. Dari plafon itu, Rp17 triliun telah cair untuk capex dan penguatan rantai pasok batu bara, dengan jaminan 7,99 miliar saham JARR dan PGUN.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) resmi menyalurkan fasilitas kredit dengan plafon fantastis Rp40 triliun kepada PT Jhonlin Baratama.
Perusahaan ini merupakan entitas bisnis di bawah Jhonlin Group milik pengusaha asal Kalsel, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap dari total plafon jumbo tersebut, PT Jhonlin Baratama telah mencairkan dana Rp17 triliun.
Alokasi pembiayaan ditujukan untuk mendukung belanja modal (capex), pengembangan bisnis, serta memperkuat rantai pasok pembiayaan di industri batu bara beserta sektor penunjangnya.
Langkah pendanaan strategis ini dikukuhkan melalui mekanisme gadai saham skala besar.
Sebagai jaminan, pemegang saham pengendali menyerahkan seluruh kepemilikan saham mereka di dua emiten publik milik Haji Isam, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).
Berdasarkan laporan struktural, pengikatan jaminan mencakup 7,99 miliar lembar saham JARR serta penjaminan aset dari entitas terafiliasi PGUN seperti PT Araya Agro Lestari, PT Citra Agro Raya, dan PT Baramega Citra Mulia Persada.
Menanggapi besarnya nilai kredit dan potensi risiko volatilitas pasar, manajemen Bank Mandiri memastikan aspek mitigasi risiko telah dihitung secara konservatif dan ketat.
"Penilaian agunan saham diposisikan sebagai sumber pelunasan sekunder (second way out). Artinya, Bank Mandiri tetap mengutamakan analisis kapasitas pembayaran primer yang bertumpu pada kekuatan arus kas operasional (cash flow) bisnis batu bara eksisting Jhonlin Group," katanya.
Pihak perbankan juga menegaskan Collateral Coverage Ratio (rasio kecukupan agunan) gabungan dari aset tetap maupun non-tetap saat ini berada di level aman, minimal 150%.
Angka ini dihitung berdasarkan skenario harga terendah harian (intraday) dari pergerakan saham JARR dan PGUN dalam sebulan terakhir.
Jika ke depan nilai agunan merosot di bawah batas ketentuan akibat dinamika pasar, Bank Mandiri telah menyertakan klausul pemulihan risiko berupa mekanisme top-up atau percepatan penurunan baki debet di luar jadwal angsuran pokok.
Diketahui, Jhonlin Baratama melalui PT Araya Agro Lestari (AAL), PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP), dan PT Citra Agro Raya (CAR) yang merupakan pemegang saham terbesar di PGUN menggadaikan seluruh kepemilikannya ke Bank Mandiri pada 28 September lalu.
Araya Agro Lestari menggadaikan 100% atau setara 2.205.667.896 lembar saham PGUN.
Kemudian Citra Agro Raya juga menggadaikan 100% atau setara 2.194.718.786 lembar saham PGUN. Terakhir Baramega Citra Mulia Persada menggadaikan 100% atau setara 900.000.250 lembar saham.
"Sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi Perseroan," tulis tujuan gadai saham ketiga perusahaan tersebut, Rabu (7/10/2026).
Selain PGUN, gadai saham juga dilakukan emiten milik Haji Isam lainnya, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), yang dilakukan pengendali utama perseroan PT Eshan Agro Sentosa pada Rabu (30/9/2026). Eshan juga perusahaan di bawah Jhonlin Baratama.
Adapun jumlah saham yang digadaikan mencapai 100% atau setara 7.997.556.204 lembar saham milik Eshan Agro Sentosa.
Gadai ini untuk peningkatan jaminan atas fasilitas kredit yang diterima JARR dari Bank Mandiri.
"Penandatangan Akta Gadai Saham milik PT Eshan Agro Sentosa, yang merupakan pengendali dari perseroan dalam rangka bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh perseroan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk," tulis Direktur Utama JARR, Indra Irawan, Rabu (7/10/2026).



