EKSPOSKALTIM, Mahulu - Mengingat Kabupaten Mahulu masih sangat muda dan butuh pengetahuan lebih di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengambil langkah inisiatif berupa studi banding, sebagai salah satu program untuk memajukan pendidikan dan prestasi guru.
"Kegiatan studi banding ini sudah kami lakukan 3 tahun terakhir. Studi banding di Jogja ini pun dilakukan selama 3 bulan, dan tahun ini giliran guru sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama," ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kabupaten Mahulu, Hubung Ngau, saat ditemui di ruang kerjanya,Rabu (19/10/16) siang.
Dengan adanya program studi banding tersebut, diharapkan guru yang mengikuti dapat memberikan warna baru. Dalam artian, dapat memberikan motivasi dan teknik mengajar yang lebih muda dan cepat dipahami oleh murid.
"Harapan kami dengan adanya kegiatan ini, kelak jika mereka kembali ke sekolah masing-masing, dapat memberikan suasana baru dengan teknik-teknik yang mereka dapatkan saat studi banding, untuk diterapkan di sekolah masing-masing," pungkasnya.
Disisi lain, peserta yang mengikuti studi banding di tanah Jawa tersebut diikuti oleh 20 tenaga pengajar tingkat SD dan SLTP, membidangi 3 bidang studi di antaranya bidang studi Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Bahasa Indonesia. (ADV)

