EKSPOSKALTIM, Bontang - Pasca aksi mogok yang dilakukan supir bus pelat kuning dihentikan, aktifitas di terminal angkutan darat Bontang Januari lalu mulai berangsur normal.
Meski demikian, para supir bus masih mengeluhkan kondisi sepinya penumpang yang ada. Selaras akan hal itu dari pantauan EKSPOSKaltim suasana terminal masih terlihat sepi.
Mobil pelat hitam yang sebelumnya dianggap menjadi salah satu faktor penyebab berkurangnya penumpang nyatanya sudah hengkang dari terminal.
Namun tak tampak satupun aktifitas hilir mudik bus antar kota Bontang - Samarinda beroperasi. Jauh berbeda dari hari-hari sebelum aksi mogok dilakukan. Kebanyakan bus hanya terparkir di area terminal ini.
"Mogok dan mulai aktif masih sama-sama aja sepi. Sebelum mogok juga begini-begini aja sepi ," kata Faturrahman selaku sopir Bus Damri ditemui di kawasan terminal Jalan S Parman Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat, Jum'at (10/2) siang.
Di tempat yang sama. Sopir Bus Jurusan Bontang - Sangatta, Subaer menuturkan, operasi bus antar kota sepenuhnya belum maksimal.
Dia beralasan pelat hitam masih ada saja yang kerap terparkir di kawasan terminal.
"Seharusnya mereka (pelat hitam) tidak disitu lagi, karena mereka sudah berjanji untuk tidak antri lagi dalam terminal," tutupnya.
Sekedar diketahui, sebelumnya aksi mogok supir bus antarkota Bontang-Samarinda sempat dilakukan sejak 21 Januari hingga 4 Februari 2017 lalu.

