EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Rute Pencarian hari ketiga : Ambalat - Karang Unarang - Gusung Makassar- Muara Nunukan membuahkan hasil yang cukup signifikan bagi tim pencari. Setidaknya dua orang yang diduga korban kapal yang karam di perairan Tawau-Nunukan, tiga hari yang lalu, sudah berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan.
“Informasi baru kami terima. Baik kami dan pihak Konsulat Jenderal RI Malaysia sejauh ini belum bisa mengidentifikasi korban,” terang Kasie Operasi Basarnas Kaltim Kaltara, Octavianto.
Berarti secara keseluruhan korban kapal yang tenggelam kini menyisakan empat orang. Sebelumnya sebanyak sudah 11 orang secara bertahap berhasil ditemukan selama rentan waktu tiga hari operasi pencarian. Dua korban berhasil selamat. Sementara sisanya dalam kondisi tak bernyawa.
Wajar jika pencarian hari ketiga membuahkan hasil. Sebab ruang lingkup pencarian sendiri kian diperluas. Ditambahkan oleh Octa sebelumnya kapal karam akibat diterpa angin kencang serta gelombang tinggi.
“Sementara untuk operasi SAR H2 dan H3 kondisi cuaca cukup baik sekali dan cerah. Hanya terkendala luas cakupan area yang luas hingga mencapai perairan Selatan, Makassar,” tutur mantan Kepala Pos SAR Nunukan 2012-2016 ini.
Beberapa alat utama pencarian diturunkan oleh Basarnas seperti
dua buah Rigid Infatable Boat ( (RIB) Pos SAR Nunukan dan Tarakan, perahu karet Pos SAR Nunukan, Kapal Patroli TNI Angkatan Laut (AL) ; Dishub ; Satpolair dan speed boat milik Kantor Pelayaran Sei Nyamuk.
Sementara berdasarkan analisa pihak SAR sendiri kapal mengangkut 15 penumpang itu sebelumnya melaju dengan kecepatan kira kira 35-40 knot. Bisa dibilang saat itu seharusnya kapal hanya akan melakukan perjalanan singkat.
Sebab jarak tempuh antar Malaysia-Indonesia kurang lebih satu jam. Namun sayang, akibar faktor cuaca yang cukup buruk itu, belum sampai satu jam berlayar dengan mengangkut sejumlah TKI kandas akibat disapu ombak besar.
Sejauh penelusuran di lapangan, anggota Basarnas sendiri sudah berhasil melakukan identifikasi pada kapal nahas tersebut.
Jenis kapal, lanjut Octa, memiliki panjang 23 kaki dengan lebar lebih kurang 4 kaki. Sementara jarak menuju lokasi tenggelamnya kapal kurang lebih 6 Km dari Laut Batu.
"Bangkai kapal sendiri dari informasi perwakilan kita di Tawau Malaysia belum bisa dikonfirmasi," terangnya.

