EKSPOSKALTIM, Bontang - Menindaklanjuti temuan permen dot yang diduga mengandung zat adiktif berbahaya, pihak kepolisian masih menunggu hasil laboratorium guna menggelar proses penyelidikan.
Pihaknya masih wait and see guna memastikan apakah permen dot layak dikonsumsi oleh khalayak luas khususnya anak-anak. "Kami masih tunggu hasil laboratorium Dinas Kesehatan," jelas Kompol Mawan Riswandi, Wakapolres Bontang, ditemui di Pasar Telihan, Jumat (10/3) sore.
"Kami survey dulu apakah barang tersebut memang benar ada sudah dijual di Bontang atau belum, sejauh temuan ini ternyata memang sudah beredar," ujar perwira berpangkat melati satu ini.
Dari pantauan media ini, berbeda di Pasar Telihan, saat mengunjungi Toko Fajar Harapan, Rawa Indah, rombongan menemui belasan tumpukan permen berbentuk unik mirip botol dot berjejer rapi untuk dijual. Didalamnya kemasan permen tersebut berbentuk bubuk warna merah muda.
Sidak gabungan sendiri dikawal oleh satu pleton atau puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang. Namun, kata Mawan, tim dari intelijen polres turut menyisir lokasi untuk mencari permen yang ditunding mengandung bahan berbahaya tersebut.
Mawan menambahkan terkait mengandung atau tidaknya permen tersebut mengandung zat berbahaya tergantung hasil tes dari laboratorium Dinas Pendidikan.
“Jika ditemukan mengandung narkoba (amphetamine) tentu kami akan melakukan penindakan dan mengusut asal muasal permen dot tersebut,” ujar Mawan.

