EKSPOSKALTIM, Bontang- Kenaikan tarif dasar air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih menimbulkan tanya di masyarakat. Meski sudah dilakukan sosialisasi sebelum dinyatakan naik April lalu, kenyataannya kenaikan ini masih saja membingungkan.
Kebingungan ini bercampur keresahan dengan pemberlakuan baru tarif dasar listrik 900 volt ampere yang naik sebesar 32 persen sejak Mei, bulan ini.
Gelombang protes masyarakat pun sampai ke kantor PDAM Tirta Taman. Sejak pukul 9 pagi, media ini mengamati silih berganti masyarakat menanyakan kejelasan naiknya tarif yang disebut memberatkan.
“Bagaimana ini, semua naik, air naik, bahan-bahan pokok juga naik. Sekarang listrik juga naik,” kata Sobirin (40), warga Jalan KS Tubun Gang Arwana 1 Kelurahan Tanjung Laut Indah saat ditemui di kantor PDAM Tirta Taman Bontang, Jumat (5/5) pagi.
Senada, Sugeng warga Jalan Cendrawasih Kelurahan Belimbing, Bontang Barat mengatakan, kenaikan tarif harus dibarengi dengan kualitas air yang dialirkan ke konsumen. Pasalnya, hingga saat ini kualitas air yang mengalir di rumah warga masih buruk dan keruh.
“Saya rasa kenaikan air ini kurang tepat kalau untuk saat ini, karena penghasilan kami tidak bisa menutupi. Selain itu, listrik pun juga mengalami kenaikan,” jelasnya.
Petrus Tampang, warga Jalan Surabaya Gang Pontianak, Kelurahan Gunung Telihan, Bontang Barat bertanya-tanya tentang kenaikan tarif dasar air yang ditetapkan PDAM.
Sejak ditetapkan naik bulan lalu, Petrus harus merogoh kocek lebih dalam demi membayar tagihannya yang tiga kali lebih tinggi. Sebelum naik, kata dia, hanya membayar Rp 300 ribu sebulan. Tagihan pertama semenjak naik mencapai Rp 1 juta.
“Ini yang bikin saya kaget, pemakaian normal tapi kok pembayarannya naik. Kalau naiknya hanya seratus atau dua ratus sih tidak apa-apa, ini sampai satu juta saya membayar,” katanya dengan nada kesal.
Sementara itu, menanggapi keluhan masyarakat, Direktur PDAM Tirta Taman Bontang Suramin mengatakan, dasar kenaikan tarif PDAM berdasarkan Permendagri Tahun 2016 Nomor 70 tentang subsidi dan nomor 71 tentang tarif.
“Tarif ini akan ditinjau kembali setiap tahun. Kalau memang bisa diturunkan maka tidak menutup kemungkinan akan turun,” katanya.
Terkait pembayaran di salah satu rumah warga yang mencapai Rp 1 juta, pihaknya akan mengecek langsung ke lapangan.
“Siapa tahu ada kebocoran, karena kalau ada kebocoran otomatis meteran air akan terus jalan meskipun keran yang ada di dalam rumah sudah dimatikan,” terangnya.

