PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pertumbuhan Ekonomi Rakyat hanya Dalih

Home Berita Pertumbuhan Ekonomi Rakya ...

Pertumbuhan Ekonomi Rakyat hanya Dalih
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak semakin mantap dengan kerja sama pembangunan rel kereta api bersama pemerintah Rusia melalui Russian Railways. Gubernur menyebut ekonomi Kaltim akan bangkit dengan adanya kereta api. (foto: ist)

EKSPOSKALTIM, Balikpapan-Kesenjangan ekonomi disebut akan teratasi dengan adanya kereta api yang menghubungkan kabupaten di Kaltim, bahkan se-Kalimantan nantinya.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak begitu optimistis masa depan Kaltim akan berubah dengan beroperasinya kereta api kelak.

Selain peningkatan ekonomi dan diikuti kesejahteraan rakyat karena distribusi barang yang terbuka, rakyat Kaltim juga akan bisa menikmati kereta api sebagai sarana transportasi.

“Mungkin saja, dan PP (peraturan pemerintah) mengenai perkeretaapian sudah juga diubah. Ya, memang mesti ada kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI),” ujarnya usai pertemuan dengan Russian Railways dan anak perusahaan PT Kereta Api Borneo (KAB) di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Senin (10/7) lalu.

Diketahui, Russian Railways akan mengucurkan investasi senilai USD 2 miliar atau setara Rp 26 triliun untuk pembangunan rel di jalur utara dan selatan.

Jalur utara sepanjang 270 kilometer menghubungkan Tabang, Kukar dan Lubuk Tutung,Kutim yang akan terkoneksi dengan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans-Kalimantan (KEK-MBTK).

Sementara jalur selatan akan menghubungkan Penajam Paser Utara dan Kubar sepanjang 305 kilometer. Jalur selatan akan didukung dengan kawasan pelabuhan dan industri (marine techno park) di kawasan industri Buluminung, PPU dengan luas lahan yang sudah disiapkan 140 hektare.

Head of Regional Corporate Affair PT KAB M Yadi Sabiannor mengatakan, kawasan Buluminung nantinya akan terkoneksi dengan Kawasan Industri Kariangau (KIK)

Saat ini, KAB disebut sudah melakukan pembebasan lahan seluas 140 hektare yang akan digunakan 25 hektare untuk pelabuhan dan marine technopark 65 hektare.

“Jalur kereta api akan melintasi kawasan hutan, perkebunan dan lahan masyarakat akan memberikan keuntungan lain. Kita menghindari kawasan-kawasan hutan lindung yang berpotensi merusak ekosistem lingkungan,” katanya.

Sementara itu Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim Pradarma Rupang memiliki pandangan berbeda.

Rupang menilai kepentingan kereta api semata untuk pengerukan sumber daya alam secara besar-besaran dengan dalih menumbuhkan ekonomi rakyat. Karena, katanya, tidak ada industri rakyat yang akan terbangun di sepanjang rel tersebut.

“Prinsip dari kereta api ini memindahkan batu bara dan sawit dari hulu ke hilir. Tidak ada proses balik pengangkutan dari hilir ke hulu dalam rangka distribusi barang-barang pokok ke wilayah-wilayah pedalaman,” sebutnya.

Sementara kereta api sebagai transportasi penumpang juga dinilai mustahil. Menurutnya, hal ini bertentangan dengan regulasi kereta api internasional yang menyatakan kereta api angkutan barang dan penumpang tidak bisa disatukan.

“Ini logika ngawur, perlu dipahami terminal angkut untuk publik tidak akan ada. Yang ada hanya terminal angkut batu bara dan sawit. Aktivitas ekonomi rakyat seperti apa yg akan terjadi,” tanyanya.


Editor : Fariz Fadhillah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :