EKSPOSKALTIM, Mahulu- Kondisi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memprihatinkan. Di bidang pendidikan, belum ada satu pun Sekolah Luar Biasa (SLB) yang terbangun.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mahulu Feridiana Hendoq mengatakan keberadaan anggaran yang terbatas menjadi penyebabnya.
Ia pun merasa prihatin dengan ABK agar segera memiliki sekolah sendiri.
"Kita juga pengennya anak SLB diperlakukan sama dengan anak yang normal. Saya kurang tahu pasti berapa data jumlah anak SLB, yang jelas ada," kata Feridiana saat ditemui di kantornya, Senin (7/8).
Selain anggaran, ia mengaku sampai saat ini belum ada lahan untuk pembangunan SLB.
Baca juga: Programkan Pembangunan SLB, Disdikbud Data Seluruh ABK di Mahulu
"Bulan lalu kita mendapat SK dari Kemendikbud untuk pembangunan unit baru SLB. Tapi untuk lahannya sendiri belum ada," ucapnya.
Sesuai dengan isi SK tersebut, pembangunan SLB ini membutuhkan luas lahan sekitar lima hektar. Namun, tidak ditentukan di mana letak SLB akan terbangun.
Kadisdikbud sendiri mengatakan tahun ini akan berupaya mencarikan lahan yang tepat.
"Katanya di Kecamatan Laham sudah ada lahannya, tapi kita belum ke lapangan. Apakah nanti dihibahkan atau tidak. Yang jelas kita fokuskan cari lahan tahun ini," pungkasnya.
Sebab, keberadaan SLB di Kota Berbudaya, julukan Mahulu, penting guna mengakomodasi pendidikan ABK, serupa dengan kabupaten/kota lainnya di Kaltim. (Adv)

