EKSPOSKALTIM, Bontang - Peninjauan kembali dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang terhadap pembangunan rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) yang berada di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Senin (7/8).
Pembangunaan rusunawa ini sebelumnya sempat terhenti karena kontrak pengerjaan dengan pihak kontraktor pertama yang sudah selesai.
Baru setelah dilakukan lelang tahap kedua, PT Nindya Karya yang keluar sebagai pemenang melanjutkan tahap penyemenan, pemasangan elektrikal, dan pemasangan atap.
Anggota Komisi III DPRD Bontang, Suhud Haryanto mengatakan, terjadi keterlambatan pengerjaan dalam proyek ini.
Dari 30 persen yang ditargetkan, baru 12 persen yang terealisasi. Ia pun berharap pihak kontraktor menambah sumber daya manusia (SDM) atau pekerja untuk mengejar ketertinggalan tersebut.
"Kita sebagai pengawas dari pemerintah enggan jika bangunan subsidi dari pusat ini terbengkalai.Ini (proyek) terjadi keterlambatan dari target, akhir Agustus kita akan cek kembali," jelas Suhud.
Keterlambatan, kata Rudi perwakilan PT Nindiya Karya disebabkan material yang terlambat. Belakangan cuaca yang sering hujan membuat pasokan material menjadi berkurang.
Penyebab lain, pria yang menjabat manajer lapangan proyek Rusunawa Guntung ini mengaku kekurangan tenaga kerja.
"Pasirnya susah masuk, untuk tenaga kerja kita segera lakukan penambahan " ucapnya.
Menanggapi itu, Wakil Ketua DPRD Bontang Faisal berharap pihak kontraktor segera mencari solusi untuk mengakhiri terlambatan pengerjaan.
"Jangan sampai kaya kontraktor pertama, alasan materialnya yang masih di kapal, cari solusinya, kalau alasannya material, bisa-bisa tidak sesuai target nanti ini rusunawanya " ujarnya.
Untuk diketahui, proyek pengerjaan tahap kedua rusunawa Guntung ditargetkan rampung pada november 2017, dengan nilai proyek sebesar Rp. 10,2 miliar. (adv)

