PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Demo Banjir di Balikpapan, Satu Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Home Berita Demo Banjir Di Balikpapan ...

Demo Banjir di Balikpapan, Satu Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit
Rinto koordinator lapangan diamankan dalam aksi demontrasi soal banjir. (Dok Ini Balikpapan)

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Kericuhan terjadi saat puluhan mahasiswa menggelar unjuk rasa terkait masalah banjir di halaman Balai Kota Balikpapan, Senin (11/9). 

Puluhan pedemo terlibat adu fisik dengan aparat kepolisian dari Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polres Balikpapan yang melakukan pengamanan. 

Awalnya, aksi berjalan damai saat pedemo menyampaikan orasinya di halaman balai kota. Menurut keterangan polisi ada sejumlah mahasiswa mencoba untuk masuk dengan niat tidak baik. 

Petugas menyebut mendapati satu botol bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite yang disimpan di dalam keranda yang dibawa pedemo. 

Aparat kemudian berupaya memukul mundur pedemo untuk keluar dari area balai kota. Aksi dorong-dorongan pun tak terelakkan. Keranda yang dibawa mahasiswa bertulisakan 'Rizal Gagal' mahasiwa jatuh ke arah mahasiswa. 

"Kita melaksanakan sesuai dengan ketentuan, sesuai SOP kita. Kita temukan satu botol bensin serta korek api," terang Kabag Ops Polres Balikpapan Kompol Supriyanto.

Menurutnya, demo seharusnya dilaksanakan pada jarak 50 meter sampai 100 meter dari pagar balai kota. 

"BBM yang dibawa itu mengandung unsur percobaan pidana, sudah menjadi tugas kami untuk mengamankan kantor Pemkot Balikpapan," terangnya. 

Saat berupaya memukul mundur, beberapa mahasiswa diamankan oleh petugas. 

"Kita amankan korlapnya dulu, karena dia yang bertanggung jawab dan untuk mengembangkan dari mana asal bensin," jelasnya. 

Meski demikian pada akhirnya pedemo diwakili lima orang melakukan audensi dengan pemerintah diwakili Masrani, Kabag Pemerintahan Setdakot Balikpapan Masrani, di ruang wali kota.

Sejumlah alasan terkait banjir disampaikan. Seperti faktor hujan dan tingginya angka pertumbuhan penduduk.  "Intinya kami tak menutup mata terhadap banjir," ujarnya. 

Sementara terkait bentrokan ini, Hari Darmanto Dosen Hukum Universitas Balikpapan mengecam tindakan represif yang diduga dilakukan petugas. 

Sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka yakni Rinto, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Balikpapan yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Siloam Balikpapan. 

Achmad Rozali, Mahasiswa Ekonomi Universitas Balikpapan, Rizky Usman, Mahasiswa D4-K3 Universitas Balikpapan, Awaluddin, Mahasiswa D4-K3 Universitas Balikpapan, Muhammad Azwar, Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Balikpapan, Marisa, Mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Balikpapan, Zulkifli, Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Balikpapan.

Hari dan kawan-kawan bahkan telah mengirimkan surat ditujukan kepada Kapolda Kaltim, Wali Kota, dan Polres Balikpapan. 

“Dengan ini menyatakan mengecam keras tindak kekerasan yang dilakukan Polresta Kota Balikpapan terhadap Massa Aksi Damai tanggal 11 September 2017, yang terjadi di halaman kantor Walikota Balikpapan,” ujar Heri dalam isi suratnya kemarin.

Menurutnya aksi tersebut tidak sesuai Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. Po.L 16 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengendalian Massa (Perkap No 16 Tahun 2016).


Editor : Fariz Fadhillah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :