EKSPOSKALTIM, Bontang - Sebagai rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia, Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) bekerja sama dengan Taman Nasional Kutai (TNK) Kota Bontang menyelenggarakan Lomba menggambar dan mewarnai tingkat SD dan TK Se Kota Bontang, dirangkaikan dengan penanaman pohon mangrove yang dilanjutkan dengan bersih-bersih di areal terminal dan sepanjang trotoar Kelurahan Bontang Kuala, Minggu (5/6/2016) akhir pekan lalu.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Bontang Hj Neni Moerniaeni, Asisten Administrasi Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat H Emlizar Muchtar, Kepala TNK Kota Bontang Nur Patri Kurniawan, berikut Lurah Bontang Kuala Eko Mashudi serta ratusan masyarakat Bontang Kuala yang turut berpartisipasi, bergotong royong membersihkan sampah yang berada disela-sela pohon mangrove disepanjang trotoar Bontang Kuala.
Kepada Eksposkaltim, Wali Kota Neni Moeniaeni menyampaikan bahwa untuk melestarikan lingkungan dan menjaga kebersihan bukan hanya tugas Pemerintah Kota Bontang saja, akan tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab seluruh Masyarakat Kota Bontang termasuk warga Bontang Kuala. Untuk itu dimulai dari sekarang, seluruh masyarakat Kota Bontang berkomitmen kepada diri dan sekaligus mengajak seluruh anggota keluarganya untuk tidak membuang sampah sembarang, akan tetapi di buang pada tempat sampah yang telah disediakan.
“Melalui momen peringatan hari lingkungan hidup ini, mari kita berkomitmen untuk mendukung serta mewujudkan misi Pemerintah Kota Bontang yakni Bontang Green City dengan berkomitmen untuk terus memlihara lingkungan dengan tetap berprilaku hidup bersih dan sehat. Dan mulai dari sekarang, kita tanamkan pada diri kita sendiri untuk tidak membuat sampah disembarang tempat, baik itu disungai maupun ke laut karena hal tersebut bisa merusak ekosisitem yang ada di laut,” ungkapnya
Lebih lanjut Neni Moerniaeni menyatakan, keberadaan hutang mangrove di Bontang Kuala ini selain sebagai perwujudan pelestarian lingkungan hidup, akan tetapi telah menjadi objek wisata yang menarik. Salah satu contohnya, wisata hutan mangrove sungai belanda yang juga dihuni oleh beberapa satwa langka, tentunya hal tersebut harus terus dipertahankan keberadaannya dan harus dilindungi.
“Kami berharap kepada TNK Kota Bontang untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Bontang khususnya dalam pelestarian lingkungan hidup, mengingat Bontang ini merupakan kota industry yang rentan dengan polusi udara. Untuk mengatasi polusi tersebut jalan satu-satunya dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya, dan perlu diingat bahwa menaman pohon harus dilakukan dengan penuh cinta, jangan dilakukan hanya karena ikut-ikutan saja karena yakin lah kalau di tanam dengan cinta pohon tersebut pastinya akan tumbuh dengan subur serta bermanfaat untuk keberlangsungan hidup manusia,” jelasnya
Terkait pelaksanaan Lomba Menggambar dan mewarnai tingkat SD dan TK se Kota Bontang, Wali Kota Neni Moerniaeni memberikan apresiasi kepada TNK dan BLH serta Kelurahan Bontang Kuala, menurutnya lomba menggambar dan mewarnai dengan nuansa lingkungan tersebut tentunya akan memberikan pengetahuan kepada anak-anak terkait pentingya melestarikan lingkungan dan menjaga kebersihan sejak usia dini.
Sementara itu mewakili Seluruh warga Kelurahan Bontang Kuala Ketua RT 1 Dadi Gunawan berjanji akan terus menjaga kelestarian lingkungan, serta membiasakan diri untuk berprilaku hidup sehat dan bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan, baik itu ke sungai maupun ke laut.
“Kami warga Bontang kuala juga mengajak kepada seluruh masyarakat yang berkunjung ke Bontang kuala agar tidak membuang sampah sembarangan ketika berkunjung ke Bontang Kuala. Kami juga merasa sangat sedih melihat banyaknya sampah yang berserakan, dimana sampah tersebut sebenarnya bukan dari warga kami saja akan tetapi juga masyarakat luar juga.” Ungkapnya.

