EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase membuka kegiatan lomba mewarnai di Perpustakaan Kota Bontang yang terletak di Jalan HM Ardans, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (8/8/2019) pagi.
Dalam sambutannya, Basri memaparkan perihal keberhasilan Bontang menyandang status kota layak anak.Yang mana itu tak lepas dari upaya Pemkot dalam menciptakan kondisi kota yang selayaknya baik bagi anak. Seperti menyediakan fasilitas publik yang ramah dan mudah mereka akses. Serta merumuskan berbagai program dan menggelar kegiatan dalam mendukung rangka tumbuh kembang mereka menjadi individu berkualitas.
"Pemerintah wajib memberikan dan menciptakan fasilitas yang ramah anak," tegas Basri.
Lomba mewarnai, ujarnya, merupakan satu langkah yang ditempuh. Sebab anak-anak dilatih untuk mengekspresikan diri, dan berpikir kreatif.
Sementara terkait lokasi lomba di Perpuskot Bontang. Ia katakan bahwa perpustakaan kebanggan warga Kota Taman ini pernah menjadi rujukan daerah lain di Kalimantan. Atau dengan kata lain, pada masanya Perpuskot Bontang terdepan dalam pelayanan dan kelengkapan fasilitas.
Pria yang juga ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Bontang ini berharap capaian gemilang itu dapat dijaga. Dan bila perlu, ditingkatkan.
Perpuskot harus menjadi benteng dalam upaya mengajak publik membudayakan baca buku. Upaya itu bisa dimulai dengan pemantik yang menarik. Seperti memberi hadiah bagi pengunjung dan peminjam buku paling rajin di perpus. Yang mana, itu pernah dilakukan Perpuskot Bontang.
Sementara itu, Kasi Pengelolaan dan Pelayanan DPK Bontang Muhammad Ihsan menambahkan, kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara DPK Bontang dengan mahasiswa KKN 45 Universitas Mulawarman (Unmul).
Seperti halnya kata Wawali Basri. Diharapkan dari kegiatan ini bakal menumbuhkan serta mengolah kreativitas dan imajinasi anak-anak. Dan ini menjadi bagian dalam mewujudkan visi Kota Bontang menjadi Smart City, Kota Cerdas.
Peserta lomba merupakan perwakilan murid Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Bontang, dengan jumlah sekitar 200 orang.
DPK Bontang senantiasa berupaya memberi pelayanan dan menggelar kegiatan yang ramah bagi anak. Selain itu juga, ini menjadi strategi DPK Bontang agar publik merasa akrab dengan perpustakaan.
Sejatinya ini merupakan pemantik, agar publik mau membaca. Sebab daya tawar utama perpustakaan adalah buku. Ketika sudah ke perpustakaan, mau tak mau publik pasti menyentuh buku. Sekadar untuk memuaskan rasa "penasaran".
Harapannya, publik jadi mau membaca buku. Menjadikan itu sebagai rutinitas, menularkannya, dan dalam jangka panjang, membudayakannya. Karena seperti diutarakan Duta Baca Indonesia, Najwa Shihab. "Cuma butuh satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu, mari jatuh cinta."(adv)

