Balikpapan, EKSPOSKALTIM – Selama 1 hingga 21 Mei, Polda Kalimantan Timur dan Polres jajaran menggelar Operasi Pekat Mahakam 2025. Sebanyak 91 kasus premanisme dengan 135 tersangka diamankan polisi.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menyebut operasi ini sebagai langkah tegas untuk menyapu bersih kejahatan jalanan yang meresahkan. “Kami tindak pemerasan, pungli, penganiayaan, pencurian, semua yang mengganggu rasa aman publik,” katanya, Jumat (23/5).
Samarinda tercatat sebagai daerah dengan kasus terbanyak, mencapai 32 kasus. Disusul Balikpapan 14 kasus dan Kutai Kartanegara 8 kasus. Jenis kejahatan yang ditangani cukup beragam, mulai dari pencurian sebanyak 33 kasus, pengancaman 19 kasus, penganiayaan 17 kasus, pemerasan 9 kasus, perbuatan tidak menyenangkan 6 kasus, pengeroyokan 5 kasus, hingga pungutan liar sebanyak 2 kasus.
Selain para tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk 41 bilah senjata tajam, uang tunai Rp318 juta, lima mobil, dua belas motor, tujuh laptop, dan tiga belas unit handphone.
Kapolda memastikan operasi serupa akan terus digelar secara berkala. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menjumpai aksi premanisme. “Kami tak beri ruang bagi premanisme. Publik harus aman dan nyaman di ruang mana pun,” tegasnya.

