EKSPOSKALTIM, Samarinda - Kemiskinan dan infrastruktur diharapkan menjadi fokus pemerintah saat ini.
Selain itu, Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPRD Kaltim mengingatkan agar Pemprov Kaltim dapat lebih bijak dalam memanfaatkan anggaran belanja.
Artya Fathra Marthin, anggota Fraksi Hanura di Karang Paci, sebutan kantor DPRD Kaltim, mengatakan, angka kemiskinan di Kaltim sejak 2010 masih terbilang tinggi, yakni sekitar 5-6 persen atau 200 ribu jiwa.
"Kondisi infrastruktur jalan di wilayah terpencil dan kabupaten masih sangat jelek, dan semakin parah saat musim penghujan," keluh anggota Komisi II DPRD Kaltim itu, Rabu (20/9)
Sedangkan program lainnya yang menjadi perhatian, kata dia, adalah peningkatan kualitas sumber daya pendidikan dan pembangunan pertanian.
Misalnya, Pemprov, kata dia, membuat inovasi baru dengan pengembangan budidaya perikanan maupun perikanan kakap, serta UMKM.
"Karena pada 2014 pemerintah Indonesia menargetkan stok impor beras, pada 2020 akan stok impor jagung. Fraksi Hanura meminta agar program ini diprioritaskan penyelesaiannya dalam Perubahan APBD 2017," pungkasnya. (adv)

