EKSPOSKALTIM, Samarinda - Jika dibandingkan APBD Murni 2017, APBD Perubahan Kaltim mengalami kenaikan sebesar Rp 722 Miliar.
Namun kenaikan itu, 84,65 persen berasal dari sisa lebih penghitungan anggaran alias silpa sebelumnya.
Lantas, hal tersebut yang membuat wakil rakyat di Karang Paci, sebutan kantor DPRD Kaltim tak merasa puas.
"Kami menyampaikan apresiasi atas kenaikan tersebut. Tapi kami kecewa karena ini disebabkan oleh besarnya silpa tahun lalu sebesar Rp 611 Miliar atau 84,65 persen dari total kenaikan itu," kata Saefuddin Zuhri dalam menyampaikan pandangan Fraksi PPP- Nasdem, Rabu (20/9).
Seperti diketahui, APBD P Kaltim ditetapkan Rp 8,98 Triliun, dari semula di APBD Murni 2017 sebesar Rp 8,20 Triliun.
Politikus Nasdem ini menambahkan, tingginya angka silpa tersebut mengingat banyak kegiatan yang tertunda. Bahkan beberapa di antaranya tidak terlaksana. Artinya target program yang telah direncanakan jauh dari realisasi.
"Seharusnya perencanaan program kegiatan sudah melalui kajian yang menyeluruh sehingga tidak ada lagi alasan kegiatan tidak dilaksanakan hanya karena persoalan-persoalan teknis," kata pria yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim ini.
Terkait APBD Perubahan 2017, pihaknya berharap dapat tersusun dengan baik dan tepat sasaran dengan betul-betul memperhatikan orientasi belanja untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.
"Sehingga hak dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan betul-betul dapat dirasakan," harapnya.
DPRD Kaltim sendiri menargetkan pembahasan Rancangan APBD Perubahan 2017 menjadi payung hukum segera diselesaikan dalam waktu dekat.
Setelah pandangan fraksi-fraksi DPRD Kaltim atas nota laporan keuangan APBD P 2017, kini tinggal satu agenda paripurna lagi untuk mengesahkan APBD Perubahan 2017. (adv)

