EKSPOSKALTIM, Bontang - Usai menyampaikan aspirasi dengan mendatangi kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bontang, rombongan pedemo saat ini tengah bergerak menuju Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Bontang di Jalan Awang Long.
Ratusan pedemo mayoritas menggunakan kendaraan roda dua. Tampak dari pantauan media ini, iring-iringan massa yang dikomandoi Aliansi Masyarakat Bontang Menggugat (AMBM) meneriakan "turunkan harga air, kalau tidak bisa mundur".
Tiba di rujab sekira jam 12 siang, massa langsung dihadang oleh puluhan petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan kepolisian yang berjaga ketat di sekitar pintu masuk. Kedua pintu pagar masuk rujab ditutup rapat oleh petugas. Sekedar menghindari segala bentuk gangguan dan gejolak dari aksi massa gabungan itu.
Saat ini, pedemo hanya menyampaikan aspirasinya di badan jalan tanpa ada seorang pun pejabat baik dari PDAM maupun Wali Kota Bontang menemui mereka.
Koordinator AMBM Muqrim mengatakan tujuan ke Rujab untuk bertemu kembali dengan Wali Kota. "Kami beri waktu 1 kali 24 jam, kalau memang setelah ini tidak ada respon kita lanjut aksi ke rujab kalau perlu kita nginap di rujab sampai jawaban diberikan," ujarnya.
Pertemuan pendemo dengan walikota sewaktu di kantor PDAM belum mendapat kepastian yang kongkret terkait evaluasi kenaikan tariff dasar air.
Aksi demonstran berlanjut ke rujab Wali Kota Bontang, lantaran tidak puas atas jawaban walikota terhadap tuntutan mereka, dalam mediasi di ruang rapa PDAM lantai dua Bontang.
Mediasi tersebut berjalan alot, Walikota menolak untuk menandatangani surat tuntutan masyarakat yang meminta kebijakan menaikan tarif PDAM tersebut dicabut.
Pantauan terakhir, aksi demo sementara dihentikan, karena banyak demonstran yang ingin melaksanakan sholat dzhuhur "Kita sholat dulu, nanti kita lanjut lagi," kata Taqiyuddin salah satu peserta aksi.

