Suasana pertemuan perwakilan pendemo dengan Wali Kota Bontang Neni Moeniaeni, Senin (8/5). (Ekspos Kaltim/Yadi).
EKSPOSKALTIM, Bontang - 15 perwakilan dari organisasi masyarakat yang tergabung dalam aksi penolakan kenaikan tarif air bertemu langsung dengan Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni.
Neni datang ke kantor PDAM sekira jam 10 pagi bersama rombongan Pemkot Bontang, menggunakan mobil dinas dengan plat nomor 1.
Dalam pertemuan, sejumlah massa meminta wali kota untuk memenuhi tuntutan dengan membatalkan kenaikan tarif air.
Massa juga meminta agar Neni menandatangani secarik surat kesepakatan untuk tidak melanjutkan kenaikan tarif yang sudah berlaku.
"Kami meminta wali kota menandatangani surat kesepakatan diatas materai yang berisi untuk membatalkan kenaikan ini,"ujar ketua AMBM Muhammad Muqrim.
Tak berselang lama, mediasi berhasil dilangsungkan di Ruang Rapat PDAM Tirta Taman lantai dua.
Suasana berlangsung panas. Pasalnya, Pemkot Bontang dan Dirut PDAM memaparkan beberapa alasan kenaikan tarif tak sepenuhnya diterima perwakilan massa.
Neni langsung menuju keruangan rapat untuk melakukan mediasi bersama demonstran. Ia belum berkomentar mengenai aksi ini.
Di sisi lain, para demonstran menyoraki bahwa mereka tidak membutuhkan hal tersebut dan tetap menuntut tarif air tidak dinaikkan.
Hingga suasana terus menegangkan, para demonstran meminta Pemkot tidak panjang lebar untuk menjelaskan alasan kenaikan tarif.
Mediasi berlangsung dengan pengawalan sejumlah personel dari petugas gabungan kepolisian.
Suasana tetap dapat terkendali tanpa ada anarkisme dalam ruangan. Selain itu, lempar tanya jawab demonstran dengan Pemkot Bontang untuk mencari jalan keluar dan solusi terkait tarif air ini.
Editor : Fariz Fadhillah

