PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Biogas Masuk Desa, Kaltim Genjot Energi Mandiri dari Limbah Ternak

Home Berita Biogas Masuk Desa, Kaltim ...

Pemprov Kaltim mendorong pemanfaatan biogas dari limbah ternak sebagai sumber energi alternatif rumah tangga di desa, dengan ratusan unit telah dibangun sejak 2012.


Biogas Masuk Desa, Kaltim Genjot Energi Mandiri dari Limbah Ternak
Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto (dua dari kiri) saat meninjau pengelolaan biogas di Samboja, Kutai Kartanegara. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur terus mendorong pemanfaatan biogas sebagai solusi energi mandiri di tingkat desa melalui pengolahan limbah ternak.

Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto mengatakan fasilitas biogas yang telah dibangun di sejumlah wilayah diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

“Fasilitas biogas yang telah diberikan di sejumlah desa harus dimanfaatkan maksimal dan dikelola berkelanjutan agar memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian energi desa,” ujarnya, dikutip Sabtu (11/4). 

Menurut dia, pengembangan energi terbarukan di daerah menjadi penting untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi global, termasuk yang dipengaruhi dinamika geopolitik.

Sejak 2012, kata dia, Dinas ESDM Kaltim telah memfasilitasi pembangunan 575 unit biogas yang memanfaatkan limbah kotoran sapi sebagai bahan baku.

Salah satu percontohan berada di Desa Beringin Agung, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang dikelola Kelompok Tani Agro Lestari.

https://eksposkaltim.com/berita/dari-kotoran-sapi-ke-kompor-warga-biogas-kaltim-tekan-ketergantungan-elpiji-16155.html

Instalasi di desa tersebut memiliki kapasitas sekitar 17 meter kubik dan mampu menampung hingga 20 gerobak kotoran sapi yang kemudian diolah melalui reaktor untuk menghasilkan gas, pupuk cair, dan pupuk padat.

“Masyarakat setempat kini menggunakan hasil olahan gas itu untuk mendukung kebutuhan rumah tangga harian seperti menyalakan kompor, alat penanak nasi, hingga penerangan lampu,” kata Bambang.

Distribusi energi dilakukan dengan sistem penyimpanan dalam kantong biogas yang kemudian disalurkan ke rumah warga.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong transisi energi baru terbarukan serta memperkuat ketahanan energi di tingkat lokal.

Ketua Kelompok Tani Agro Lestari Zazuli menyebut teknologi biogas tidak hanya membantu kebutuhan energi, tetapi juga memberi nilai tambah bagi sektor pertanian.

“Melalui teknologi biogas ini, kami tidak hanya mendapatkan akses energi alternatif, tetapi juga manfaat tambahan berupa pupuk untuk menyuburkan lahan pertanian,” ujarnya. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :