EKSPOSKALTIM, Bontang- Dalam melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, Badan Pusat Statistik harus melaksanakan tiga sensus, yakni Sensus Penduduk, Sensus Ekonomi dan Sensus Pertanian. Pada tahun ini, BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi yang merupakan upaya mengumpulkan dan menyajikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali sektor pertanian.
Direktur utama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang, Basiran Suwandi mengatakan, persiapan pelaksanaan sensus ekonomi yang akan dilaksanakan 1 Mei 2016 mendatang, telah mencapai 95 persen.
“Pelatihan untuk peserta pendataan sudah selesai kita laksanakan (19/4/2016) kemarin, perangkat kerja yang akan melakukan pencacahan sensus nantinya berjumlah 259 orang, peserta sudah dibekali dengan kesiapan perangkat dan teknis pelaksanaan saat dilapangan,” ucap Basiran, Saat di temui di kantornya, Jalan awanglong, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, rabu pagi (20/4/2016).
Lanjut dia, dalam persiapan ini hampir tidak ada kendala. Berbekal pengalaman melalui sensus sebelumnya, Basiran meyakini pihaknya mampu mengantisipasi segala kemungkinan ataupun kendala yang dapat terjadi dilapangan.
“Dalam persiapan kami hanya mengalami sedikit kendala, yaitu salah satu dari peserta tidak dapat melanjutkan pelaksanaan sensus ini, di karenakan anak dari peserta mengalami musibah sehingga harus merawatnya, tetapi kami sudah antisipasi hal seperti itu, kami sudah mempersiapkan peserta cadangan,” ungkapnya.
Basiran Suwandi juga menjelaskan, Tujuan sensus ini untuk melakukan pencacahan dari wilayah terkecil hingga wilayah terluas, agar tidak ada rumah tangga sasaran tuk dijadikan koresponden yang terlewatkan .
“Hasilnya nanti kita akan mendapatkan data, dari pelaku usaha kecil, usaha menengah, maupun usaha besar termasuk PT. Pupuk Kaltim danPT. Badak, dengan data ini juga akan membantu pihak pemerintah dalam melihat jenis usaha, dan dapat melihat peluang untuk pengembangannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Basiran berharap, kepada para peserta agar serius dan jujur dalam melakukan pendataan ini, karena hasil data sebagai acuan pihak pemerintah yang berkaitan, dalam melihat kondisi ekonomi yang ada di Kota Bontang.
“Saya berharap dengan adanya data ini, kita sadar betul dalam memutuskan kebijakan pamerintah rujukannya adalah data dan informasi ini, terkait kebijaksanaan lebih terarah, akurat, dan tepat sasaran," tutupnya.

