Karateka muda asal Balikpapan ini sukses mengamankan medali emas Kejurnas FORKI di Bandung setelah melewati lima pertandingan berat dalam kondisi bahu yang belum pulih sepenuhnya.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Muhammad Arif Saprudin, karateka INKAI Balikpapan sukses mengukir prestasi di level nasional. Meski didera cedera pergeseran (dislokasi) bahu sebanyak dua kali, karateka muda yang menjadi delegasi tunggal INKAI Balikpapan ini sukses mengamankan posisi pertama dan meraih medali emas dalam Kejurnas FORKI yang digelar di Bandung, Jawa Barat.
Turun berlaga pada kelas Kumite 55 kilogram Under-21 (U-21), pemuda berusia 17 tahun ini keluar sebagai juara setelah menyudahi perlawanan sengit dari perwakilan INKADO Jawa Tengah di partai puncak.
"Sangat bersyukur dan bahagia sekali bisa mempersembahkan medali emas ini," tutur Arif, Sabtu (16/5/2026).
Dua Kali Didera Dislokasi Sejak Awal Turnamen
Perjalanan atlet binaan Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim ini menuju podium juara tidaklah mudah. Remaja kelahiran Ambalat, Samboja, Kutai Kartanegara ini mengungkapkan bahwa cedera bahu pertamanya didapat saat pemusatan latihan di Jakarta, yang sempat merusak fokus dan persiapan tim.
Kondisi fisik yang belum pulih 100 persen itu langsung diuji sejak pertandingan pertama dari total lima laga yang harus ia lalui.
"Laga pembuka terasa sangat berat karena poin saya sempat tertinggal akibat menahan sakit pada bahu. Namun saya terus memaksa diri untuk bertahan," kata Arif, yang akhirnya menyapu bersih kemenangan hingga menembus semifinal.
Cobaan kembali datang di babak empat besar saat sendi bahunya kembali bergeser. Setelah mendapatkan perawatan darurat dari tim medis di pinggir matras, Arif secara luar biasa mampu bangkit dan justru tampil tanpa beban (on fire) di laga final.
Dilirik Timnas
Ketangguhan mental Arif menuai pujian dari sang pelatih yang juga eks karateka nasional, Srunita Sari Sukatendel. Ia mengapresiasi daya juang anak didiknya yang mampu membalikkan situasi di saat kritis.
"Walau bahunya bermasalah di semifinal, Arif justru tampil mengesankan di final melawan Jateng setelah ditangani medis. Emas ini membuka peluang besar bagi dirinya karena para juara di ajang ini masuk dalam radar pantauan Pelatnas untuk proyeksi Timnas kejuaraan tingkat ASEAN. Tapi sekarang, agenda utama kami adalah menyembuhkan cederanya sampai tuntas," ungkap Srunita.
Pada ajang tersebut, Pengurus Pusat (PP) INKAI sukses mengunci status juara umum setelah mengoleksi total 8 medali emas, 4 perak, dan 5 perunggu.
Apresiasi senada turut disampaikan Koordinator Majelis Sabuk Hitam (MSH) INKAI Balikpapan, Gatot. Ia berharap kesuksesan pemuda asal Samboja ini menjadi pemantik motivasi bagi praktisi karate lokal lainnya.
"Walau delegasi kita hanya satu orang, ia mampu membuktikan bahwa karateka dari daerah punya kualitas yang tidak kalah bersaing di pentas nasional," sebut Gatot.



