EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Komisi III DPRD Kalimantan Timur berencana mengeluarkan sikap dalam waktu dekat ini, perihal sejumlah proyek Multi years contract (MYC) yang tak tuntas pada tahun 2018 ini.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syafruddin menyatakan, mega proyek MYC yang digagas di era kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak, tak akan tuntas semua pada tahun ini.
Baca juga: Pangdam VI/Mlw Bersama Forkominda Pantau Keamanan Natal 2018
“Jelas sudah MYC pada era Awang Faroek hanya bandara (APT Pranoto) saja yang selesai, yang lainnya tak selesai,” kata politikus PKB ini.
Diketahui, Awang Faroek Ishak pada periode 2013-2018 membuat sejumlah proyek MYC dengan anggaran triliunan rupiah. Ada tujuh mega proyek digagasnya, yaitu pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB), Jembatan Mahakam IV (jembatan kembar), Jalan Pendekat Mahakam IV sisi Samarinda Kota dan sisi Samarinda Seberang.
Kemudian, jalan tol Balikpapan-Samarinda, dan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Maloy, Kabupaten Kutai Timur. Terakhir, pembangunan sistem distribusi Sekerat.
Dari semua proyek tersebut, hingga saat ini hanya Bandara APT Pranoto di Samarinda saja yang sudah dinikmati oleh masyarakat.
“Coba lihat Jembatan Kembar (Mahkota IV), jalan pendekat kota Samarinda Seberang, apa bisa selesai sampai 31 Desember 2018 ? saya yakin tidak selesai, apalagi bentang tenganya,” imbuh Udin.
Komisi III DPRD Kaltim, kata dia, merasa kecewa dengan progres tersebut. Sebab, sebelumnya DPRD dan Pemprov Kaltim sudah menyepakati seluruh kekurangan anggaran MYC senilai Rp 450 miliar, agar dapat selesai sesuai kontrak pada Desember 2018.
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Tahun 2019 Diprediksi Hanya 3,5 Persen
“Maka kami akan rapat di Komisi III, membahas langkah apa yang kita akan ambil terkait ketidakmampuan kontraktor yang mengerjakan proyeknya sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Karena tanggal 31 Desember ini harus putus semua kontraknya,” bebernya.
Disinggung sikap apa yang akan diambil, Udin belum dapat memastikan. Hanya saja, kata dia, yang jelas pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek MYC tersebut.
“Masalah ini kan karena keraguan dari pihak kontraktor yang mengangap ketidakmampuan kami untuk menyiapkan anggaran. Tapi sudah kita penuhi, ternyata tidak selesai juga, seperti Jembatan Mahakam itu.”
“Keputusannya apa nanti, apakah diputus atau dilanjutkan (proyek MYC), ini yang akan kita bahas nanti,” tandasnya. (*)
Video Terkini EKSPOS TV: Cawapres Sandiaga Uno Silaturahmi ke Bone
ekspos tv

