PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Didominasi Pertambangan, Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Dua Tahun Terakhir Anjlok

Home Berita Didominasi Pertambangan, ...

Didominasi Pertambangan, Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Dua Tahun Terakhir Anjlok
Pergerakan ekonomi Kaltim masih bergantung pada sektor pertambangan dan penggalian. Meski begitu, pengelolaan sumber daya alam perlu dilakukan dengan bijak dan mempertimbangkan aspek-aspek kesejahteraan rakyat (ist).

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur mengalami penurunan pada periode dua tahun terakhir.

Padahal periode sebelumnya, 2014, ekonomi Kaltim mencatat angka tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya yakni Rp527,51 triliun.

Pengamat Ekonomi Kaltim Bernaulus Saragih mengatakan, penurunan drastis ekonomi Kaltim terjadi di periode 2015 mencapai minus 1,21 persen atau sekitar Rp503,6 triliun.

"Selisihnya drastis mencapai Rp24,45 triliun. Soalnya pada 2014, Kaltim meningkat 1,40 persen," katanya.

Sedangkan periode 2016 lalu, hanya naik tipis 0,38 persen atau Rp507,07 triliun. Atau hanya naik sebesar Rp3,47 triliun.

"Meskipun naik, kondisi ekonomi Kaltim belum bisa dikatakan normal, artinya masih rendah," tandasnya.

Meski mengalami pasang surut, pertumbuhan ekonomi Kaltim tetap mendominasi dan memberikan kontribusi paling tinggi dibanding provinsilainnya di Pulau Kalimantan.

"Provinsi lain tumbuh positif seperti Kalimantan Barat 5,22 persen, Kalimantan Tengah 6,32 persen, Kalimantan Selatan sebesar 3,72 persen, bahkan Kalimantan Utara mengalami pertumbuhan 3,75 persen," tambahnya.

Distribusi PDRB Kaltim menurut lapangan usaha, kata dia, masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian.

"Sektor pertambangan paling mendominasi, yakni mencapai 43 persen, disusul industri pengolahan yang memiliki andil 21 persen, konstruksi 8 persen. Kemudian sektor pertanian, kehutanan dan perikanan berkontribusi 8 persen, sama dengan sektor konstruksi," katanya menjelaskan.

Selebihnya, yakni sektor perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi 6 persen, sektor transportasi dan pergudangan memiliki andil 4 persen dan sisanya yang hanya 10 persen hasil kontribusi dari berbagai sektor seperti penyedia akomodasi, real estate, jasa keuangan, dan lainnya.

Bernaulus menyimpulkan ekonomi Bumi Etam masih sangat bergantung pada sektor pertambangan. Apabila rencana pemerintah dalam memaksimalkan hasil pertambangan melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) terealisasi, ekonomi Kaltim akan meningkat kedepannya.

"Tidak semata mengejar peningkatan ekonomi daerah saja, masih banyak aspek yang harus pertimbangkan. Salah satunya eksploitasi hasil alam secara besar-besaran, dinilai dampak negatif malah mendominasi," jelasnya.

"Akan percuma ekonomi di suatu daerah meningkat, apabila ekonomi rakyat tetap memprihatinkan, artinya masih jauh dari kata sejahtera," tegasnya.

Tercatat, pada periode 2012, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim senilai Rp503,4 triliun, lalu mengalami kenaikan pada 2013 menjadi Rp519 triliun

Kemudian pada 2014 kembali naik menjadi Rp527,51 triliun dan pada 2015 mengalami penurunan drastis seiring melemahnya pertumbuhan ekonomi sehingga PDRB menjadi Rp503,6 triliun. Sedangkan 2016 tercatat Rp507,07 triliun.

 


Editor : Benny Oktaryanto
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%100%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :