EKSPOSKALTIM, Bontang – Meningkatnya jumlah korban yang meninggal akibat Demam Berdarah Dengue di akhir-akhir ini membuat kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang dipertanyakan.
Tak sedikit yang menilai bahwa Dinkes Bontang telah gagal dalam upaya pencegahan DBD, dan juga tak memiliki upaya serius dalam menanggulangi penyakit yang menjadi momok masyarakat ini.
Terkait hal tersebut, Ketua Pelaksana Program Pemberantasan Nyamuk Demam Berdarah Dinkes Kota Bontang, Doni Arsandy, menampik penilaian masyarakat ini dan menegaskan bahwa penyemprotan terus dilakukan sejak awal, mulai dari awal virus ini mewabah hingga saat ini.
“Tidak henti-hentinya kami melakukan penyemprotan seperti ini dengan tujuan agar penyebaran virus ini tidak ada lagi, dan tidak ada korban lagi. Sedih juga rasanya banyak yang harus kehilangan nyawa karena terkena virus ini,” ujarnya saat melakukan pembasmian nyamuk di Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Tanjung Laut, Kamis (25/8).
Kendati demikian, ia tak menampik jika upaya yang dilakukan masih belum maksimal, karena minimnya petugas pembasmi nyamuk pembawa virus dengue tersebut. Sehingga, setiap Rukun Tetangga (RT) atau Kelurahan yang ada di tiga Kecamatan Kota Bontang harus menunggu giliran.
“Petugas pembasmi ini cuma ada lima orang dari Dinkes, sedangkan untuk melakukan pembasmian di 3 kecamatan ini pastinya akan memakan waktu yang cukup lama. Ini saja yang kami utamakan dulu didaerah-daerah yang telah memakan korban. Dan pagi ini, kami lakukan di 3 RT dari Kelurahan yang berbeda-beda,” ungkapnya.
Mengingat tingginya penderita DBD yang berujung pada kematian, Doni berharap akan ada penambahan personil baik dari pihak perusahan atau dari pihak-pihak lainnya, yang dapat turut membantu program pemberantasan nyamuk demam berdarah ini.
“Pemerintah dan Dinkes telah mengajukan bantuan ke perusahan PT Badak LNG dan PT Pupuk Kaltim (PKT), dan semoga pengajuan tersebut akan segera mendapat tanggapan agar program pembasmian ini lebih maksimal, dan ini sangatlah membantu,” tuturnya.

