EKSPOSKALTIM, Bontang- Jelang tahun ajaran baru, Dinas Pendidikan Kota Bontang terus berupaya meningkatkan pelayanan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bontang Dasuki, mengatakan Bontang merupakan Kota pertama di kaltim yang memulai menggunakan sistem PPDB secara online. Dan ini tahun ketiga Dinas Pendidikan Kota Bontang akan Menggunakan sistem tersebut.
"Di tahun ketiga penggunaan sistem ini, kami terus membenahi sesuatu yang dianggap masih kurang dalam peneraparannya," ungkap Dasuki saat ditemui Eksposkaltim di kantornya, Senin (18/4/2014).
Lanjut Dasuki, Penyediaan PPDB Online itu dimulai dari tingkat SMP hingga SMA/SMK. Dan teknisnya, PPDB online ini bisa dilakukan dimana saja.
“Orang tua murid bisa datang kesekolah untuk daftarkan anaknya secara online. Jika ingin daftar sendiri dirumah, terlebih dahulu meminta password atau akun disekolah. Hasilnya, nanti bisa dilihat melalui website,” jelasnya.
Dasuki berharap, kedepannya setiap sekolah yang ada di Kota Bontang ini mampu menyediakan sistem PPDB online dan mensosialisasikannya kepada masyarakat, agar masyarakat tahu bagaimana cara mendaftar melalui online.
Selain itu, penerapan sistem ini mampu mengantisipasi adanya kecurangan dalam penerimaan siswa baru, seperti adanya titipan ataupun pungutan liar (pungli) demi memuluskan murid tertentu untuk masuk ke sekolah.
"Jadi, tidak ada titipan, tidak ada bekingan dan main mata lagi dalam penerimaan peserta didik," tegasnya.
kebijakan afirmasi juga akan diberikan Disdik Kota Bontang, tapi hanya untuk orang kurang mampu dari daerah pesisir yang berprestasi, dan kesulitan masuk disekolah-sekolah unggulan. Sehingga, daerah yang masih belum terjangkau internet tidak perlu khawatir lagi, pasalnya sistem ini akan menanam dan membackup semua data peserta didik yang mengikuti ujian nasional.
“Mereka bisa datang kesekolah yang sudah menggunakan PPDB online, kemudian menyebutkan nama dan nomer peserta ujian nasional. Maka semua data dari siswa/siswi tersebut, akan keluar secara otomatis. Kemudian, siswa/siswi hanya tinggal melengkapi berkasnya saja,” tutupnya.(*)

