EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan, anak-anak yang berasal dari wilayah Sidrap tetap memiliki kesempatan untuk masuk sekolah negeri di Bontang, melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026.
Penegasan itu disampaikan lantaran banyaknya pertanyaan masyarakat terkait status wilayah Sidrap, yang sebagian masuk ke administrasi Kabupaten Kutai Timur.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran sebagian orang tua, mengenai peluang anak mereka untuk diterima di sekolah negeri Bontang.
Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparudin, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah telah menyiapkan sejumlah jalur penerimaan.
“Calon peserta didik, baik untuk jenjang SD maupun SMP mendaftar sesuai kriteria jalurnya,” katanya, Jumat (22/5/2026).
Seluruh sekolah negeri di Bontang memiliki mekanisme penerimaan, melalui beberapa jalur yang telah diatur dalam ketentuan SPMB.
Untuk jenjang SD, terdapat tiga jalur penerimaan, yakni jalur domisili, afirmasi, dan domisili kelurahan. Sementara untuk jenjang SMP tersedia lima jalur, terdiri dari domisili, afirmasi, prestasi, inklusi, dan mutasi.
Saparudin menjelaskan, anak-anak dari Sidrap tetap dapat mengikuti proses pendaftaran dengan menyesuaikan jalur yang tersedia. Untuk tingkat SD, warga Sidrap dapat menggunakan jalur domisili kelurahan. Sedangkan untuk tingkat SMP, calon siswa dapat memanfaatkan jalur prestasi.
“Anak-anak Sidrap tetap punya peluang masuk sekolah negeri di Bontang. Untuk SD bisa melalui jalur domisili kelurahan, sedangkan SMP dapat menggunakan jalur prestasi,” ujarnya.
Saparudin menegaskan, meskipun masyarakat Sidrap memiliki KTP Bontang, namun tinggalnya di Sidrap, itu tidak bisa dilanjutkan.
“Itukan namanya pemalsuan dokumen, kami tidak bisa menerima kalau kejadiannya begitu,” tegasnya.
Ia menambahkan, Disdikbud Bontang terus berupaya memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan terbuka dan memberikan kesempatan bagi masyarakat yang berada di kawasan perbatasan administratif.
Disdikbud berharap, informasi mengenai jalur penerimaan tersebut dapat dipahami masyarakat secara menyeluruh.
“Kami ingin masyarakat tau, kalau masih ada jalur yang bisa dimanfaatkan. Jadi warga Sidrap tidak perlu khawatir anaknya kehilangan kesempatan masuk di sekolah negeri Bontang,” pungkasnya.

