EKSPOSKALTIM, Mahulu - Keberadaan fasilitas lapangan olahraga di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) sejauh ini masih sangat minim. Pun demikian sarana bagi atlet bela diri kempo, wushu, dan pencat silat yang masih menggunakan halaman sekolah sebagai tempat berlatih.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Mahulu Heronimus Riyang membenarkan jika atlet bela diri yang ingin berlatih harus meminjam halaman kepada pihak sekolah. Halaman sekolah yang kerap dijadikan tempat latihan, seperti Sekolah Dasar (SD) 001 Long Bagun, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 001 Long Bagun.
"Biasa juga di lapangan bola. Mereka (atlet) belum memiliki tempat latihan yang tetap. Padahal latihannya sering tiga kali dalam satu minggu," kata Heronimus kepada Ekspos Kaltim saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.
Dengan minimnya fasilitas olahraga, Disparpora harus memutar otak untuk bisa memiliki lapangan tak hanya untuk atlet bela diri. Kedepan, pihaknya juga ingin memiliki pusat lapangan olahraga, namun masih terkendala dengan lahan.
"Cari lahannya yang susah. Di (anggaran) perubahan nanti kita mulai mengusulkan kelayakan tempat, nah gedungnya sendiri masuk dalam rencana kerja tahun depan," ujarnya.
Ia menjelaskan, lahan yang dibutuhkan sekitar tak kurang dari 5 hektar. Jika tahun ini sudah ada lahan, di 2018 mendatang pihaknya akan menyiapkan pembangunan fisik dengan biaya yang dibutuhkan kurang lebih Rp 15 miliar.
"Kita maunya semua cabang olahraga bisa jadi satu. Kita tetap usahakan meski lahannya susah dicari," pungkasnya.

