EKSPOSKALTIM, Bontang - Polres Bontang diserang oleh dua orang tidak dikenal (OTK) dan berhasil membuat teror hingga kepanikan di Mapolres Kota Bontang, Kamis (11/8) pagi tadi, sekira pukul 07.40 wita.
Kejadian itu berlangsung secara tiba-tiba, bermula disaat kedua OTK tersebut masuk di areal Mako Polres Bontang dengan mengendarai sepeda motor jenis matic mio berwarna hijau tanpa dilengkapi nomor polisi (plat nomor).
Awalnya, kedua OTK tersebut dihadang anggota Provost Polres Bontang yang sedang melaksanakan tugas pengamanan pelaksanaan apel di depan pintu gerbang Pos Penjagaan.
Tidak disangka, salah satu OTK tersebut mengeluargan senjata api jenis pistol dan menembak salah satu anggota Provost yang sedang melaksanakan penghadangan, hingga anggota Provost tersebut tersungkur dengan berlumuran darah.
"Mereka menerobos masuk dan menembaki anggota provost yang sedang berjaga hingga tersungkur berlumuran darah," terang Kasubag Humas Polres Bontang Iptu Suyono, Kamis (11/8) pagi tadi.
Merasa di gerbang penjagaan tidak ada perlawanan, kedua OTK tersebut menuju Lapangan Mapolres Bontang dengan menggunakan motor, dan langsung melempar sebuah tas berisi Bom kearah personil yang sedang melaksanakan apel pagi di tempat tersebut.
Ketika Bom dalam tas yang dilempar OTK ke tengah Lapangan apel tersebut meledak, terjadilah kepanikan hingga anggota Polres Bontang pun berlarian dan membubarkan diri dari barisan untuk menyelamatkan diri.
Melihat kondisi seperti itu, personil yang mengikuti apel pagi dan membawa senjata api terlibat baku tembak dengan kedua OTK yang diduga teroris tersebut. Akhirnya, Polisi pun berhasil menembak mati salah satu OTK yang melempar Bom kearah Lapangan apel.
Melihat adanya baku tembak, personil yang berada di gedung SPKT ( Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu ) langsung bergerak cepat melakukan penghadangan di gerbang penjagaan, dengan cara menutup pintu gerbang agar pelaku penembakan tak keluar dari Mako Polres Bontang.
Mengetahui adanya peristiwa tersebut, Kapolres Bontang menginstruksikan kepada Kabag Ops untuk segera melakukan PLB ( Panggilan Luar Biasa ) atau dikenal alarm sterling, dan memerintahkan seluruh anggota untuk melaksanakan pengamanan dan penghadangan di semua akses jalan masuk dan keluar Mako Polres Bontang.
Disisi lain, melihat rekannya tertembak, salah satu OTK berusaha kabur dengan mengendarai sepeda motor ke arah belakang Mako Polres Bontang. Setibanya di lapangan belakang Mako Polres Bontang dan hendak kabur menuju asrama anggota Polres Bontang, OTK ini kembali terlibat baku tembak dengan anggota Sat Reskrim dan anggota Sat Sabhara yang menghadang.
Merasa kondisinya kian terjepit, OTK yang masih selamat itu berusaha menyelamatkan diri dengan cara bersembunyi di ruang kerja anggota Polres Bontang. Menyadari kondisinya makin terjepit setelah semua ruangan disisir oleh Tim Sniper Polres Bontang yang terdiri anggota Sat Sabhara dan Sat Reskrim, akhirnya OTK tersebut keluar dari persembunyiannya dengan menyandera seorang anggota polisi yang sedang bekerja.
"Setelah dilakukan pengepungan, tersangkanya keluar dengan menyandera anggota polisi yang sedang bekerja didalam ruangan," cakapnya.
Dengan modal keberanian, strategi, keuletan, kegigihan, kesabaran dan usaha keras, akhirnya Tim Sniper berhasil menggiring OTK tersebut ke salah satu sudut halaman Mako Polres Bontang, dan berhasil melumpuhkan OTK dengan cara menembak mati ditempat.
Berkat kesigapan personil Polres Bontang, akhirnya ke dua OTK berhasil dilumpuhkan tanpa ada korban jiwa dari pihak personil Polres Bontang, baik anggota Provost maupun personil yang disandera oleh OTK tadi.
Peristiwa tersebut merupakan rangkaian Simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando ( SISPAM MAKO ) Polres Bontang, dengan maksud melatih kesiapsiagaan polisi untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi dengan meminimalisir korban jiwa. Melatih anggota agar tetap terampil dan mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya bila terjadi teror. (*)

