Memasuki hari kedua pencarian, keberadaan Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih belum diketahui. Tim gabungan terus menyisir aliran Sungai Katingan meski harus menghadapi kondisi arus yang kuat dan berisiko bagi personel pencari.
EKSPOSKALTIM, Katingan - Tim gabungan masih berjibaku mencari dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang saat operasi penangkapan terduga bandar narkoba. Derasnya arus Sungai Katingan menjadi tantangan utama dalam upaya penyisiran yang kini melibatkan personel Polairud, Brimob, dan Basarnas.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartanto mengatakan fokus pencarian saat ini diarahkan ke sepanjang aliran Sungai Katingan yang diduga menjadi lokasi terakhir kedua personel terlihat.
"Fokus utama kami saat ini adalah menyisir aliran Sungai Katingan untuk menemukan keberadaan kedua anggota kami. Seluruh sumber daya yang tersedia telah kami kerahkan guna mempercepat proses pencarian," kata Dodik saat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Jumat (3/7).
Operasi pencarian melibatkan personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah, Satuan Brimob Polda Kalteng, serta tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya.
Tim gabungan menyisir sejumlah titik di sepanjang Sungai Katingan, termasuk kawasan yang diduga menjadi lokasi kedua anggota tersebut hilang saat operasi penggerebekan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
"Kami tidak bekerja sendiri. Seluruh unsur yang terlibat terus berkoordinasi agar proses pencarian dapat berjalan optimal," ujarnya.
Meski demikian, proses pencarian menghadapi kendala cukup berat. Derasnya arus Sungai Katingan memaksa tim bergerak lebih hati-hati demi menjaga keselamatan personel yang terlibat dalam operasi SAR.
Menurut Dodik, kondisi sungai menjadi tantangan utama karena dapat mempersulit proses penyisiran maupun identifikasi titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.
"Kondisi arus sungai memang menjadi tantangan, namun pencarian akan terus kami lakukan semaksimal mungkin," katanya.
Untuk memperbesar peluang menemukan kedua anggota, tim gabungan terus memperluas area pencarian, baik di sepanjang bantaran sungai maupun di permukaan air menggunakan peralatan yang tersedia.
Sebelumnya, Satresnarkoba Polres Katingan melaksanakan operasi penindakan terhadap terduga bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7) dini hari.
Dalam operasi tersebut, seorang anggota polisi, Aipda Yudhi Perdana Putra, gugur saat bertugas. Sementara Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana dilaporkan hilang dan diduga terseret arus Sungai Katingan.
Hingga Jumat siang, kedua personel tersebut masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur yang tergabung dalam tim gabungan.
"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kedua anggota kami segera ditemukan. Kami akan terus berupaya hingga proses pencarian membuahkan hasil," kata Dodik.
Tim gabungan masih berjibaku mencari dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang saat operasi penangkapan terduga bandar narkoba. Derasnya arus Sungai Katingan menjadi tantangan utama dalam upaya penyisiran yang kini melibatkan personel Polairud, Brimob, dan Basarnas.
Isi:
EKSPOSKALTIM, Palangka Raya – Tim gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap dua personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, yang diduga hanyut di Sungai Katingan saat menjalankan operasi penindakan terhadap terduga bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartanto mengatakan fokus pencarian saat ini diarahkan ke sepanjang aliran Sungai Katingan yang diduga menjadi lokasi terakhir kedua personel terlihat.
"Fokus utama kami saat ini adalah menyisir aliran Sungai Katingan untuk menemukan keberadaan kedua anggota kami. Seluruh sumber daya yang tersedia telah kami kerahkan guna mempercepat proses pencarian," kata Dodik saat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Jumat.
Operasi pencarian melibatkan personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah, Satuan Brimob Polda Kalteng, serta tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya.
Tim gabungan menyisir sejumlah titik di sepanjang Sungai Katingan, termasuk kawasan yang diduga menjadi lokasi kedua anggota tersebut hilang saat operasi penggerebekan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.
"Kami tidak bekerja sendiri. Seluruh unsur yang terlibat terus berkoordinasi agar proses pencarian dapat berjalan optimal," ujarnya.
Meski demikian, proses pencarian menghadapi kendala cukup berat. Derasnya arus Sungai Katingan memaksa tim bergerak lebih hati-hati demi menjaga keselamatan personel yang terlibat dalam operasi SAR.
Menurut Dodik, kondisi sungai menjadi tantangan utama karena dapat mempersulit proses penyisiran maupun identifikasi titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.
"Kondisi arus sungai memang menjadi tantangan, namun pencarian akan terus kami lakukan semaksimal mungkin," katanya.
Untuk memperbesar peluang menemukan kedua anggota, tim gabungan terus memperluas area pencarian, baik di sepanjang bantaran sungai maupun di permukaan air menggunakan peralatan yang tersedia.
Sebelumnya, Satresnarkoba Polres Katingan melaksanakan operasi penindakan terhadap terduga bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7) dini hari.
Dalam operasi tersebut, seorang anggota polisi, Aipda Yudhi Perdana Putra, gugur saat bertugas. Sementara Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana dilaporkan hilang dan diduga terseret arus Sungai Katingan.
Hingga Jumat siang, kedua personel tersebut masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur yang tergabung dalam tim gabungan.
"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kedua anggota kami segera ditemukan. Kami akan terus berupaya hingga proses pencarian membuahkan hasil," kata Dodik.



