PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

HIKAYAT HIDUP SEORANG PRIA TAMPAN, YANG MENDEDIKASIKAN DIRI SEBAGAI PERAWAT

Home Berita Hikayat Hidup Seorang Pri ...

HIKAYAT HIDUP SEORANG PRIA TAMPAN, YANG MENDEDIKASIKAN DIRI SEBAGAI PERAWAT
Foto : Dendy Riyanto. (Dok. Istimewa)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Dalam menghadapi pasien, seorang perawat harus mempunyai etika dan atiitud (Sikap) yang baik, karena yang dihadapi perawat adalah juga manusia. Perawat harus bertindak sopan, murah senyum, dan juga harus bisa menjaga perasaan pasien. Sikap seperti itulah yang selalu ditanamkan dalam diri Dendy Riyanto, pria tampan yang kini menjalani profesi sebagai perawat emergency di salah satu Rumah Sakit yang ada di Kota Samarinda.

Diakui Dendy, menjadi seorang perawat pada dasarnya bukanlah keinginannya, namun karena dorongan dari orang tuanya. "Em. awalnya itu setelah saya lulus Sekolah Menegah Atas (SMA), pengen kuliah di jurusan kesenian musik, tetapi orang tua tidak setuju dengan pilihan saya. Akhirnya, saya  diarahin masuk ke jurusan keperawatan. Awalnya perlu adaptasi yang besar," kata pria kelahiran Samarinda 7 Januari 1989 silam ini, kepada Eksposkaltim melalui via telepon, Sabtu (23/7/2016).

Setelah menjalani pendidikan selama 3 tahun, Dendy pun mulai mencari lowongan pekerjaan untuk menginplementasikan ilmu yang ia dapatkan dibangku kuliah, ke dunia kerja yang sesungguhnya.

"Pada saat itu pertama kali saya melamar di Rumah Sakit (RS) H Sulaiman Kota Sangatta. Saya mulai bekerja selama 3 bulan, dan kembali saya di tawarkan pekerjaan masuk medis di perusahaan. Tanpa berpikir lama, saya pun menerima tawaran tersebut," paparnya.

Bagi Dendy, pendidikan  adalah nomor satu dan harus terus dikembangkan. Untuk lebih meningkatkan disiplin ilmu yang ia dapatkan,  pria tampan ini pun kembali melanjutkan pendidikannya.

"Kemudian saya pun bertekat kembali ke kota kelahiran saya, untuk melajutkan pendidikan keperawatan gawat darurat di Politeknik Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Samarinda selama 1 tahun lamanya, sambil bekerja di RSUD  H A Wahab Sjahranie  (AWS) Samarinda," ungkapnya.

Setelah bekerja selama 4 tahun di IGD RSUD AWS, banyak pelajaran dan pengalaman yang dipetik, dan ia pun hingga saat ini di beri kepercayaan untuk mengajar para mahasiswa baru di RSUD AWS.

"Tak lama setelah itu saya pun memutuskan untuk pindah ke Ambulance  RSUD AWS, yang tugasnya selain melakukan evakuasi gawat darurat, juga memberikan pelatihan BLS (Basic life support)," cetusnya.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :