PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

IKN Dorong Minat Beli Rumah di Balikpapan

Home Berita Ikn Dorong Minat Beli Rum ...

Pembangunan Ibu Kota Nusantara diperkirakan akan meningkatkan minat masyarakat terhadap rumah di Balikpapan, meski pasar properti saat ini bergerak lebih lambat dibanding tahun sebelumnya.


IKN Dorong Minat Beli Rumah di Balikpapan
ILUSTRASI permintaan rumah diprediksi meningkat seiring keberlanjutan megaproyek IKN. Foto: Kompas

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memberi dampak terhadap pasar properti di Balikpapan. Kota yang menjadi salah satu pintu masuk menuju kawasan ibu kota baru itu diproyeksikan mengalami peningkatan permintaan rumah pada 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan kelanjutan pembangunan IKN tahap kedua serta mulai bergeraknya aktivitas industri berpotensi mendorong mobilitas pekerja, yang pada akhirnya meningkatkan kebutuhan hunian.

"Pembangunan IKN berlanjut tahap dua dan aktivitas industri yang mulai bergerak meningkatkan mobilitas pekerja diperkirakan memberi dorongan tambahan bagi pasar perumahan," ujarnya, Sabtu (4/4). 

Meski demikian, pergerakan pasar residensial saat ini masih cenderung melambat dibandingkan periode sebelumnya. Namun minat terhadap rumah tapak tetap bertahan, bahkan rumah dengan tipe besar mencatat penjualan yang relatif lebih baik pada akhir 2025.

https://eksposkaltim.com/berita/inflasi-kaltim-tertahan-saat-hari-keagamaan-ditopang-puluhan-operasi-pasar-16673.html

Kondisi ini menunjukkan masih adanya segmen pembeli yang aktif, terutama dari kalangan masyarakat dengan kebutuhan ruang lebih luas atau kemampuan pembiayaan yang lebih kuat.

Dari sisi pembiayaan, kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi tulang punggung pasar properti di Balikpapan. Hingga akhir 2025, penyaluran KPR tercatat mencapai Rp4,97 triliun atau sekitar 78 persen dari total transaksi pembelian rumah.

Pertumbuhan KPR juga masih terjaga dengan kenaikan 4,16 persen secara tahunan, meski tidak setinggi periode sebelumnya. Tingkat kredit bermasalah pun tetap berada di bawah lima persen, mencerminkan kemampuan bayar masyarakat yang relatif stabil.

Menurut BI, dominasi KPR tidak terlepas dari harga rumah di Balikpapan yang umumnya berada di atas kemampuan pembelian tunai, sehingga skema cicilan jangka panjang menjadi pilihan utama masyarakat.

Dengan kombinasi antara dorongan pembangunan IKN dan pembiayaan yang tetap berjalan, pasar perumahan di Balikpapan diperkirakan masih memiliki ruang untuk tumbuh dalam waktu mendatang. (Ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :