EKSPOSKALTIM, Jakarta - Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, meski sebelumnya sempat muncul sinyal penyesuaian akibat lonjakan harga minyak dunia.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan keputusan tersebut diambil setelah koordinasi lintas kementerian bersama Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero), sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi,” ujar Prasetyo dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (31/3).
Ia menambahkan pemerintah menjamin ketersediaan BBM nasional dalam kondisi aman, sehingga masyarakat diminta tidak panik terhadap isu kenaikan harga yang sempat beredar.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian,” katanya.
Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi kenaikan harga BBM per 1 April 2026 yang sebelumnya menguat, seiring tren penyesuaian harga setiap awal bulan.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sempat memberi sinyal bahwa BBM non-subsidi, Terutama dengan oktan tinggi seperti RON 95 dan RON 98, berpotensi menyesuaikan harga mengikuti mekanisme pasar global.
Hal itu dipicu lonjakan harga minyak dunia yang sempat menembus US$115 per barel, sehingga memunculkan kekhawatiran adanya kenaikan harga di dalam negeri.
Namun, pemerintah kini menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi.

