PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Jika ke Bontang, Coba Hilang Sejenak di Hutan Mangrove Ini

Home Berita Jika Ke Bontang, Coba Hil ...

Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, hamparan mangrove di Bontang menawarkan pengalaman berbeda. Menyusuri jembatan kayu di bawah kanopi hijau, mendengar suara satwa liar, dan menikmati udara pesisir menjadi cara sederhana menikmati sisi lain Kalimantan Timur.


Jika ke Bontang, Coba Hilang Sejenak di Hutan Mangrove Ini
Wisatawan menyusuri titian ulin di Bontang Mangrove Park, Kaltim. (ANTARA/Ahmad Rifandi)

EKSPOSKALTIM, Bontang — Tidak semua destinasi wisata menawarkan keramaian, wahana, atau deretan bangunan modern. Di Bontang, ada tempat yang justru mengajak pengunjung memperlambat langkah dan menikmati alam apa adanya.

Kawasan wisata mangrove yang berada di bawah pengelolaan Taman Nasional Kutai ini menjadi salah satu destinasi alam yang terus menarik minat wisatawan. Bukan karena atraksi buatan, melainkan karena pengalaman sederhana yang kini semakin sulit ditemukan, yakni berjalan di tengah hutan bakau yang masih terjaga.

Pengunjung dapat menyusuri jembatan kayu ulin sepanjang sekitar 2,15 kilometer yang membelah rimbunnya kawasan mangrove. Jalur tersebut membawa wisatawan masuk ke lorong-lorong hijau yang teduh, jauh dari kebisingan jalan raya maupun aktivitas perkotaan.

Di sepanjang perjalanan, hamparan vegetasi mangrove tumbuh rapat membentuk kanopi alami. Berbagai jenis bakau seperti Rhizophora dan Avicennia menjadi bagian dari ekosistem yang mendominasi kawasan tersebut.

Namun daya tarik tempat ini tidak hanya terletak pada pemandangannya. Bagi pecinta satwa liar, kawasan mangrove Bontang juga menawarkan peluang menjumpai penghuni asli hutan pesisir. Bekantan, monyet ekor panjang hingga bangau tong-tong kerap terlihat di sejumlah titik ketika kondisi alam sedang bersahabat.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi mengatakan kawasan tersebut menjadi contoh pengembangan wisata berbasis konservasi yang mampu berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian lingkungan.

Menurut dia, pengembangan ekowisata seperti di Bontang menunjukkan bahwa konservasi tidak hanya berfungsi menjaga alam, tetapi juga dapat menjadi daya tarik yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Di balik fungsi wisatanya, kawasan ini tetap menjalankan peran penting sebagai benteng alami pesisir. Akar-akar mangrove membantu menahan abrasi sekaligus melindungi kawasan pantai dari hempasan ombak.

Yang menarik, luas kawasan mangrove di lokasi ini justru terus bertambah. Dari sekitar 84,67 hektare pada 2002, tutupan mangrove kini berkembang hingga mencapai 279 hektare.

Pertumbuhan tersebut menjadi catatan penting di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi kawasan pesisir di banyak daerah.

Lokasinya yang relatif mudah dijangkau dari pusat Kota Bontang membuat destinasi ini kerap menjadi pilihan wisata keluarga, pelajar, maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Bagi mereka yang mencari tempat untuk beristirahat sejenak dari rutinitas, kawasan mangrove ini menawarkan sesuatu yang sederhana namun semakin langka: ruang untuk berjalan pelan, mengamati alam, dan merasakan bagaimana hutan pesisir tetap hidup di tengah perkembangan kota industri.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :