PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Logo Kemhan Disorot, Kapal Haji Isam Dipinjam Gratis untuk Program Pemerintah

Home Berita Logo Kemhan Disorot, Kapa ...

Setelah penggunaan logo Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada kapal J7 Explorer menuai sorotan publik, Kemhan mengungkap detail baru. Dari angkut logistik hingga penginapan petugas.


Logo Kemhan Disorot, Kapal Haji Isam Dipinjam Gratis untuk Program Pemerintah
Kapal pesiar ekspedisi J7 Explorer berlogo Kemenhan yang viral di media sosial. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

EKSPOSKALTIM, Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan kapal J7 Explorer yang sempat menjadi sorotan karena menggunakan logo Kemhan bukan merupakan aset negara. Kapal tersebut merupakan milik pihak swasta yang dipinjam tanpa biaya sewa untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah di berbagai daerah.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kapal tersebut digunakan sebagai sarana pendukung kegiatan Kemhan, terutama dalam mendukung distribusi logistik program ketahanan pangan nasional.

"Kami jelaskan bahwa kapal tersebut merupakan kapal milik pihak swasta yang dipinjam Kemhan tanpa biaya sewa dan digunakan sebagai kapal pendukung kegiatan Kemhan dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah di sejumlah wilayah Indonesia," kata Rico dalam keterangannya, Minggu (16/8).

Menurut Rico, kapal tersebut telah digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas pemerintah di sejumlah wilayah, termasuk Wanam di Papua Selatan, Kalimantan, dan Sumatera.

Selain berfungsi sebagai sarana distribusi logistik, J7 Explorer juga dimanfaatkan sebagai lokasi rapat koordinasi untuk membahas pelaksanaan program di lapangan.

Kemhan mengungkapkan pemanfaatan kapal bahkan lebih luas di wilayah Wanam, Papua Selatan. Keterbatasan fasilitas penginapan membuat kapal tersebut digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi petugas yang menjalankan tugas di lapangan.

"Khusus di Wanam, Papua Selatan, karena masih terdapat keterbatasan fasilitas penginapan, kapal tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai tempat penginapan sementara bagi para petugas selama melaksanakan kegiatan di wilayah tersebut," ujarnya.

Logo Kemhan

Rico juga menjelaskan alasan pemasangan logo Kemhan pada lambung kapal yang sebelumnya memicu pertanyaan publik.

Menurutnya, logo tersebut dipasang sebagai penanda bahwa kapal sedang digunakan untuk mendukung kegiatan kementerian, bukan sebagai tanda kepemilikan negara.

"Jadi, kapal tersebut bukan aset yang dibeli atau diadakan oleh Kemhan. Kapal tersebut merupakan sarana pendukung yang dimanfaatkan untuk membantu mobilitas, koordinasi, serta kebutuhan petugas," katanya.

Sebelumnya, kemunculan kapal J7 Explorer berlogo Kemhan di Merauke, Papua Selatan, menjadi perbincangan setelah foto-fotonya beredar luas di media sosial. Penggunaan identitas kementerian pada kapal yang diduga milik swasta memunculkan pertanyaan mengenai status dan dasar penggunaannya.

Dalam keterangan terpisah, pengusaha asal Kalimantan Selatan Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam mengakui J7 Explorer merupakan miliknya.

Kapal berbobot 8.076 gross tonnage (GT) yang dibangun di Batam dan selesai pada 2022 itu disebut saat ini difungsikan sebagai pangkalan bergerak untuk mendukung proyek pengembangan lahan pertanian di Wanam, Papua Selatan.

Menurut Haji Isam, kapal tersebut digunakan sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara tenaga ahli dan petugas, sekaligus menjadi bagian dari rantai logistik di wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :