Lubang eks tambang yang merenggut korban ke-52 tersebut berjarak sangat dekat dengan permukiman, dengan pengamanan minim dan akses yang kembali terbuka.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur melakukan inspeksi lapangan menyusul insiden tenggelamnya seorang anak di kolam bekas tambang di Kelurahan Sambutan.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, mengungkapkan kolam dengan kedalaman sekitar tiga meter tersebut berada sangat dekat dengan kawasan permukiman, yakni kurang dari 100 meter dari Pelita IV.
"Berdasarkan hasil temuan di lapangan, kolam tersebut berada dekat dengan permukiman warga," ujarnya, ditulis Senin (27/4).
Ia menjelaskan pihak perusahaan sebelumnya telah memasang pagar seng untuk menutup akses menuju lokasi. Namun, jalur masuk kembali terbuka dari sisi lain akibat aktivitas pembangunan perumahan oleh pengembang.
Kondisi inilah yang diduganya memudahkan warga, terutama anak-anak, untuk masuk ke area berbahaya tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, ESDM Kaltim akan menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah setempat, mulai dari tingkat RT hingga Pemerintah Kota Samarinda, guna memperkuat pengamanan di lokasi.
Di sisi lain, pihak PT Insani Bara Perkasa (IBP) telah melaporkan insiden tersebut kepada Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM untuk ditindaklanjuti oleh inspektur tambang.
"Investigasi akan dilakukan oleh inspektur tambang yang memiliki kewenangan dari pemerintah pusat," kata Bambang.
Peristiwa ini menambah daftar panjang korban di lubang tambang di Kalimantan Timur. Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim mencatat, hingga kini terdapat 52 korban meninggal dunia akibat lubang bekas tambang.
Lokasi kejadian disebut berada di area konsesi PT Insani Bara Perkasa, yang menurut catatan Jatam masih memiliki puluhan lubang tambang yang belum direklamasi.
Jatam sebelumnya juga mendesak pencabutan izin perusahaan, penegakan hukum, serta audit menyeluruh terhadap seluruh lubang tambang di Kaltim, menyusul berulangnya kasus serupa.

