EKSPOSKALTIM, Bontang - Imunisasi merupakan prosedur pencegahan penyakit menular yang diberikan kepada anak sejak masih bayi hingga remaja. Melalui program ini, tubuh diperkenalkan dengan bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang sistem imun guna membentuk antibody.
“Antibodi yang terbentuk setelah imunisasi berguna untuk melindungi tubuh dari serangan mikro organisme tersebut di masa yang akan datang. Inilah yang disebut dengan kekebalan aktif,” kata Wita, perawat Puskesmas Bontang Selatan II yang ditemui saat memberikan vaksin kepada warga Tipalayo RT 31 sampai RT 36 Kelurahan Berebas Tengah, Jum’at (22/7/16) siang kemarin.
Bayi yang baru lahir memang telah memiliki antibodi dari ibunya yang diterima saat masih di dalam kandungan. Namun, kekebalan ini hanya dapat bertahan hingga beberapa minggu atau bulan saja.
“Dengan imunisasi, sistem kekebalan tubuh anak akan siap untuk menghadapi penyakit menular tertentu di masa depan, sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan,” jelasnya.
Wita menambahkan, umumnya efek samping imunisasi tergolong ringan, seperti bengkak atau bekas berwarna kemerahan di bagian yang di suntik, demam, mual, muntah, nyeri, pusing, dan hilang nafsu makan. Untuk efek samping yang tergolong besar, seperti kejang, namun jarang sekali terjadi.
“Pertimbangkanlah kembali jika Anda berencana untuk tidak memberi anak vaksinasi, karena resiko efek samping vaksinasi itu sendiri lebih kecil dibandingkan manfaat imunisasi,” lanjutnya.
Jenis-jenis vaksin yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Di Indonesia, vaksin hepatitis B, polio, BCG, DTP, dan campak merupakan vaksinasi yang diwajibkan. Sedangkan sisanya merupakan vaksinasi yang sifatnya hanya dianjurkan.
“Hepatitis B merupakan salah satu penyakit infeksi hati berbahaya yang disebabkan oleh virus. Polio merupakan penyakit virus yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Vaksin BCG diberikan untuk mencegah penyakit tuberculosis atau yang lebih dikenal sebagai TBC. Dan masih ada beberapa vaksin yang harus di lakukan untuk menjaga kesehatan bagi bayi dan balita kita, untuk menghindari penyakit atau serangan virus di masa yang akan datang,” pungkasnya. (*)

