PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

MBG Kini Diprioritaskan untuk Ibu Hamil dan Balita

Home Berita Mbg Kini Diprioritaskan U ...

MBG Kini Diprioritaskan untuk Ibu Hamil dan Balita
ILUSTRASI Mbg. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan penegasan ini diperlukan karena masih terdapat perbedaan pemahaman di lapangan. Ia menyebut, pada tahap awal pembangunan dapur SPPG, terdapat mitra yang langsung menjalin kerja sama dengan sekolah, padahal sasaran pertama yang harus dipastikan adalah kelompok rentan.

“Harus saya tekankan di sini karena ada perbedaan pemahaman. Pada saat SPPG baru dibangun, bahkan ada mitra yang aktif langsung membuat kerja sama dengan sekolah. Seharusnya, ketika dapur baru dibangun oleh mitra, yang pertama dicari adalah kelompok rentan ini (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Ini yang diutamakan,” ujarnya dikutip dalam keterangan resmi dari antara, Senin (16/2).

Menurut Sony, pendekatan ini membedakan Indonesia dari banyak negara lain. Ia menyebut lebih dari 77 negara hanya menjalankan program makan gratis di sekolah (school meal), sementara Indonesia memperluas cakupan hingga kelompok 3B.

“Indonesia bukan sekadar school meal, tetapi school meal plus karena memikirkan yang 3B,” katanya.

Ia menambahkan MBG juga menghadirkan inovasi dengan mengantarkan makanan bergizi ke rumah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui dukungan kader posyandu. Skema tersebut didasarkan pada pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan, periode yang dinilai krusial dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Sony menegaskan MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi menuju visi Indonesia Emas 2045.

Selain aspek distribusi, ia juga menyoroti perubahan pola pikir masyarakat yang mulai terbentuk melalui program tersebut. Anak-anak, menurutnya, kini semakin memahami unsur gizi seimbang dalam makanan.

“Pola pikir masyarakat Indonesia berubah. Sekarang anak-anak sudah mulai melihat, dari Aceh sampai Papua, bahwa makan itu isinya empat unsur, karbohidrat, protein, serat, dan vitamin,” ujarnya.

Penegasan prioritas kelompok 3B ini menjadi penting di tengah ekspansi dapur SPPG di berbagai daerah. Pemerintah berharap pelaksanaan program tetap selaras dengan tujuan awalnya: memperkuat fondasi gizi generasi sejak dalam kandungan, sebelum memperluas manfaat ke lingkungan sekolah.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :