EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Sebagai upaya mencegah peserta didik dari putus sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mulai melakukan sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) 2020.
PIP sendiri bertujuan meningkatkan akses anak usia sekolah, yakni usia 6 - 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan hingga jenjang menengah atas.
Baca juga: Mantap! Inilah 2 Inovasi DSPM Bontang di 2020
Salah satu alasannya yaitu tingginya biaya pendidikan, baik biaya langsung maupun tidak langsung. Biaya langsung meliputi iuran sekolah, buku, seragam, alat tulis. Sementara biaya tidak langsungnya meliputi biaya transport, kursus,uang saku, dan biaya lain-lain.
Kepala Disdikbud Kota Bontang Akmad Suharto pada kesempatan tersebut menyampaikan, sebagaimana instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sesuai dengan tugas dan kewenangannya melaksanakan PIP.
"Diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya," ucapnya, di Gedung Auditorium 3 Dimensi, Kamis (05/03/20).
PIP juga membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendukung Program Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, sebab dengan PIP otomatis dapat mendukung Program Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, karena siswa yang kurang mampu terbantu untuk terus bersekolah.
"PIP dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin tetap mendapatkan layanan," jelasnya.
Baca juga: Dewan Bontang Warning Rumah Karaoke Keluarga Tidak Jual Miras
Sosialisasi Program Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut dibuka langsung Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Orang nomor satu di Bontang itu menginginkan agar bukan anak tidak mampu saja yang diberikan, akan tetapi yang berprestasi pun turut menikmati KIP.
Selain itu, untuk mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out). Angka Partisipasi Kasar (APK) keluarga yang mampu secara ekonomi secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan (APK) keluarga yang tidak mampu.
"Nanti justru berlomba-lomba menjadi miskin. Bagaimana mau menekan angka kemiskinan kita?," ujarnya di hadapan perwakilan Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen selaku narasumber.
Diketahui, sosialisasi tersebut dihadiri dari masing-masing kepala sekolah (Kepsek) sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah luar biasa (SLB), seluruh operator PIP sekolah negeri dan swasta, dan pihak kelurahan. (adv)

