EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini dan memasuki musim pancaroba, mempengaruhi hasil tangkapan para nelayan dan tingginya harga ikan di pasaran.
Menurut Kepala UPT Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tanjung Limau, Robysai M Malissa, sejatinya bulan September hasil tangkapan ikan melimpah. Namun sejak Agustus kemarin, hasil tangkapan menurun.
Baca juga: Dermaga Berbas Bontang Bakal Ditata Ulang
Kata Roby, seharusnya cuaca di bulan September ini sudah mulai tenang dan ramai orang bongkar ikan. Tetapi kenyataannya malah sebaliknya, hasil tangkapan nelayan sedikit dan jarang kapal yang menurunkan ikannya.
“Biasanya malam ramai bongkar ikan, ini kapal jarang yang turun. Tetapi kalau dibandingkan bulan sebelumnya, memang ada peningkatan, hanya tidak signifikan,” ujar Roby saat ditemui di kantornya, Kamis (13/9/2018).
Kebutuhan warga Bontang terhadap ikan terbilang sangat besar, sehingga permintaan ikan terus mengalami peningkatan. Namun kurangnya pasokan ikan membuat harganya menjadi mahal.
Ironisnya lagi, para nelayan cenderung menjual ikan tangkapan mereka ke luar Bontang apabila harga di luar Bontang lebih tinggi.
“Saya dapat informasi dari kepala PPI Selili Samarinda, bahwa 30 sampai 50 persen ikan di sana itu berasal dari nelayan Bontang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di Samarinda jual beli ikannya menggunakan sistem lelang, dan mobil akan cepat tiba di sana dibandingkan nelayan yang menggunakan kapal ke sana.
“Para pengepul ikan yang membongkar di Bontang itu berebut masuk antrean agar bisa dilelang di Samarinda. Makanya mobil pembawa ikan itu jalannya laju-laju,” terang dia.
Baca juga: AJI Balikpapan Bakal Gelar Uji Kompetensi Jurnalis Secara Gratis
Berbeda dengan Samarinda, lanjut Roby, sistem di Bontang tidak menggunakan sistem lelang, karena menurutnya tidak adanya pembeli besar.
Padahal, lanjut ia menambahkan, setiap pagi, siang, sore hingga malam, ada saja kapal yang turun bongkar muat ikan.
“Kami ini standby handphone karena ada saja kapal yang datang bongkar muat ikan,” tutupnya. (adv)
Video Kepala Adat Besar Kutai Timur Tolak Adanya Deklarasi #2019 Ganti Presiden
ekspos tv

