EKSPOSKALTIM, Bontang – Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ada di RSUD Taman Husada Bontang terus bertambah, sementara jumlah tenaga medis yang ada terbatas. Akibatnya, pelayanan di rumah sakit ini terasa kurang optimal.
Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Taman Husada Bontang, drg Toetoek Ekowati, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya ekstra untuk merawat pasien, namun tak dipungkiri jika masih banyak keluhan terkait pelayanan yang diberikan oleh perawat.
“Dimohon kepada pasien untuk harus bersabar. Karena dengan jumlah pekerja yang terbatas, kemungkinan kurang optimal. Untuk mengoptimalkan hal tersebut, pihak rumah sakit menambah petugas pada sift pagi, siang, dan malam agar tidak terjadi permasalahan yang tidak kita inginkan, serta untuk mengoptimalkan pelayanan bagi para pasien.” kata Toetoek di ruang kerjanya, Selasa (30/8) siang.
Disebutkannya, sejak Bontang dinyatakan darurat DBD, jumlah perawat yang biasanya diisi hanya tiga orang sekarang ditambah menjadi 4 orang. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien.
Demi pelayanan, ia bahkan kerap menemukan perawat yang berjaga telat makan akibat sibuk menangani pasien yang terus bertambah setiap saat. Dari data terbaru, ruang pasien anak kasus DBD yang di rawat berjumlah 31 pasien. Jumlah tersebut meningkat dari hari sebelumnya di jam yang sama, sebanyak 6 orang bahkan bisa lebih setiap jamnya.
“Pasien yang datang fluktuatif. Kami selalu mengupayakan yang terbaik bagi para pasien, agar pasien merasa nyaman dan semua pelayanan di rumah sakit dapat berjalan dengan baik” lanjutnya
Langkah preventif juga dilakukan untuk memenuhi semua kebutuhan pasien selama di rawat. Sementara itu, pasien yang mengalami demam segera mendapat perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah cek darah dan hasilnya negative DBD, selanjutnya mereka diperbolehkan untuk mendapat perawatan di rumah.
Tak hanya itu, pihak rumah sakit juga selalu menghubungi orang tua atau keluarga pasien agar melaporkan kondisi keluarganya. Setelah dinyatakan benar-benar sembuh, baru mereka lepas dari pengawasan pihak rumah sakit.
“Saya harus telpon pasien yang boleh pulang untuk pastikan kondisinya. Kalau demam lagi, segera bawa ke rumah sakit,” katanya.
Disisi lain, Ia meminta pengerti pasien apabila menemui perawat yang berjaga tidak memberikan pelayanan yang ramah. Pasalnya, perawat juga kewalahan mengurusi jumlah pasien yang terus bertambah tiap harinya.
Tak lupa ia berpesan kepada para pasien, untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka agar terhindar dari segala macam penyakit.
“Kami selalu mengingatkan pasien kami, baik yang dalam perawatan maupun pengunjug rumah sakit untuk menjaga kebersihan di lingkungan rumah mereka. Karena dengan lingkungan bersih, maka segala penyakit tidak akan mudah hinggap ke tubuh kita.” tandasnya (*)

