EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pemkot Bontang terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal melalui pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi yang digelar UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bontang.
Program tersebut secara resmi dibuka Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, di Aula UPTD BLKI Bontang, Kelurahan Bontang Lestari, Senin (22/6/2026).
Tahun ini, BLKI Bontang menyelenggarakan empat program pelatihan, yakni Teknik Las Plate Welder FCAW 3G UP-PF Batch I, Instalasi Otomasi Listrik Industri Batch I, Junior Sekretaris Batch I, dan Pengelola Administrasi Perkantoran Batch I. Masing-masing program diikuti 16 peserta sehingga total peserta yang mengikuti pelatihan mencapai 64 orang.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Dari total 480 pendaftar yang mengikuti proses rekrutmen, sebanyak 64 peserta dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti pelatihan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan peningkatan kualitas SDM merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, upaya mengurangi pengangguran tidak hanya dilakukan dengan membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
“Pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan langkah nyata untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri dan mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif,” kata Neni.
Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya agar keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal memasuki dunia kerja maupun berwirausaha secara mandiri.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Ikuti seluruh tahapan pelatihan dengan disiplin, semangat, dan penuh tanggung jawab agar memperoleh hasil yang maksimal,” ujarnya.
Menurut Neni, kompetensi teknis harus dibarengi dengan sertifikasi serta penguatan karakter, etos kerja, integritas, dan kedisiplinan. Pemerintah Kota Bontang, lanjut dia, berkomitmen meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal dengan menyiapkan SDM yang memiliki kemampuan dan pengakuan kompetensi.
“Karena itu, SDM daerah harus dipersiapkan agar memiliki kompetensi yang diakui dan mampu bersaing secara profesional, bahkan hingga tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.
Di tengah penurunan kemampuan fiskal daerah, Pemkot Bontang tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan publik, termasuk dalam sektor ketenagakerjaan.
“Dari APBD Kota Bontang yang tadinya Rp3 triliun, saat ini hanya Rp1,9 triliun. Tapi tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kota Bontang dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal,” tutur Neni.
Ia juga mengungkapkan Kota Bontang memperoleh penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilannya menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan. Atas capaian tersebut, Pemkot Bontang menerima hadiah sebesar Rp3 miliar yang akan dimanfaatkan kembali untuk mendukung peningkatan kapasitas tenaga kerja.
Sementara itu, Plt Kepala UPTD BLKI Bontang, Suryani, melaporkan seluruh peserta pelatihan mendapatkan fasilitas secara gratis selama mengikuti program. Fasilitas tersebut meliputi seragam, perlengkapan keselamatan kerja, modul pelatihan, konsumsi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, hingga uang transport.
Melalui pelatihan vokasi berbasis kompetensi tersebut, Pemkot Bontang berharap lulusan BLKI dapat terserap di dunia industri, meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, serta berkontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat daerah.

