EKSPOSKALTIM, Bontang - Fasilitas Jaringan Gas (Jargas) yang dikelola oleh PT Bontang Migas dan Energi (BME), kini manfaatnya banyak dirasakan masyarakat walau tak sedikit juga masyarakat yang menilai bahwa jargas tersebut tidak memiliki manfaat.
Enam tahun sudah, Mak No (nama panggilannya) berjualan gorengan. Semenjak masuknya gas bumi di wilayahnya, perempuan 49 tahun ini mengaku banyak merasakan manfaatnya dan tidak ada kendala dalam pemakaiannya. Bahkan, ia lebih bisa menghemat sekitar 56 persen dari sebelumnya, saat ia menggunakan tabung gas Liquefied Petroleum Gas (LPG).
“Sebelum jargas terbangun diwilayah sini, biaya yang saya keluarkan untuk bahan bakar menggunakan LPG bisa mencapai Rp. 500.000 dalam sebulan. Sedangkan setelah menggunakan jargas ini, hanya Rp. 220.000 per bulan. Sangat menghemat pengeluaran mas,” kata Mak No, saat ditemui dikediamannya, Jalan Taekwondo, Kelurahan Api-api, Kecamatan Bontang Utara, Minggu (25/06/2016) ini.
Selain hemat biaya, kata Mak No, jargas ini lebih aman dalam pemakaiannya, karena tingkat kebocoran gas lebih minim. Selain itu, penggunaanya juga terbilang praktis, karena gas dapat mengalir terus setiap waktunya. Jadi, jika ingin memakainya, tinggal membuka keran gasnya saja.
“Selain hemat, saya pikir jargas ini lebih mengurangi rawannya kebocoran yang biasa terjadi pada tabung gas LPG. Kadang kita sering mendapatkan tabung LPG tanpa ada karet pengamnnya. Kita juga tidak dapat mengukur kapan habisnya tabung gas. Jika habis, harus repot lagi membelinya,” terangnya.
Sekedar untuk diketahui, fasilitas jaringan gas ini tersedia ditiga kelurahan yang ada di Kota Bontang antara lain Kelurahan Api-api, Kelurahan Gunung Telihan dan Kelurahan Gunung Elai. Berdasarkan data PT BME, penggunaan jargas ini sudah sebesar 5035 kilometer.

