EKSPOSKALTIM, Bontang – Penyakit campak dapat di cegah dengan cara membuat tubuh seorang anak menjadi kebal terhadap virus penyebab. Caranya, dengan melakukan imunisasi. Imunisasi campak merupakan suatu proses memasukkan virus campak yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh, guna merangsang sistem kekebalan tubuh, dan menghasilkan antibodi atau kekebalan terhadap penyakit campak.
“Jadi manfaat imunisasi campak pada bayi sangatlah penting, karena campak dapat menular dengan mudah,” kata Wita, perawat Puskesmas Bontang Selatan II yang ditemui saat memberikan vaksin kepada warga, Jum'at (22/7/16) siang tadi.
Wita menambahkan, sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jadwal imunisasi campak yaitu diberikan sebanyak 3 kali. Pertama pada usia 9 bulan, dengan dosis penguatan kedua (second opportunity pada crash program campak) 15 bulan.
Kemudian campak kedua yaitu pada usia 24 bulan, dan dosis ke tiga saat Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga kelas 6. Bagi anak yang terlambat atau belum mendapat imunisasi campak sama sekali, maka tetap diberikan bergantung usianya saat ini.
“Bila anak berusia 9 sampai 12 bulan, berikan imunisasi campak kapan pun saat bertemu. Bila anak berusia kurang dari 1 tahun, berikan MMR ( Measles, Mumps, Rubella). Jika sudah diberi MMR usia 15 bulan, tidak perlu diberi imunisasi campak di usia 24 bulan. Tapi ikuti jadwal imunisasi MMR,” jelas Wita.
Wita menghimbau kepada seluruh warga di sekitar RT 31 sampai RT 36 untuk hadir pada Posyandu bulan depan. Karena, pihaknya akan memberikan imunisasi campak menyeluruh kepada warga yang memiliki bayi, atau balita umur 9 bulan hingga 59 bulan.
“Crash Programe Campak (CPC) ini diberikan untuk warga yang memiliki bayi maupun balita berkisar umur 9 sampai 59 bulan. Pemberian Vitamin A bayi atau balita umur 6 sampai 59 bulan, dan pemberian obat cacing bayi atau anak umur 12 sampai 59 bulan.” imbuhnya.
Wita pun menegaskan bahwa seluruh vaksin yang diberikan, merupakan vaksin asli. Karena seluruh vaksin yang ada di Puskesmas, merupakan vaksin yang sudah didistribusikan oleh Dinas Kesehatan.
“Untuk vaksin yang kami berikan kepada anak–anak ibu semuanya asli, karena semua vaksin yang disediakan merupakan vaksin yang didistribusikan dari Dinas Kesehatan,” cetusnya. (*)

